Ilustrasi--masyarakat sering salah kaprah menanggapi kondisi gagal jantung yang sedang diderita--Pexels
Ilustrasi--masyarakat sering salah kaprah menanggapi kondisi gagal jantung yang sedang diderita--Pexels

Beragam Kesalahpahaman Terkait Gagal Jantung

Rona jantung
Dhaifurrakhman Abas • 04 Juli 2019 16:03
Penyakit jantung bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Misalnya dengan menjauhi alkohol dan berhenti merokok dan diet.
 

Jakarta: Ahli jantung dari Piedmont Heart Institute, Bukola Olubi, mengatakan masyarakat sering salah kaprah menanggapi kondisi gagal jantung yang sedang diderita. Gagal jantung dianggap sebagai kondisi yang tak dapat dicegah dan diobati.
 
“Saya melihat banyak pasien dalam praktik saya yang berisiko tinggi mengalami gagal jantung. Seringkali, mereka berpikir bahwa mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk mencegahnya,” kata Olubi yang juga anggota dari American College of Cardiology dan American Heart Association, dikutip CNN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata dia, gagal jantung bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Misalnya dengan menjauhi alkohol dan berhenti merokok dan diet. Selain itu Anda dapat mencoba menghilangkan faktor risiko gagal jantung dengan mengobati penyakit tekanan darah tinggi.
 
“Memang benar, ada faktor risiko yang tidak dapat kita kendalikan, seperti sejarah keluarga dan etnis. Tetapi pasti ada hal yang dapat dilakukan orang untuk menurunkan risiko mereka dan tetap sehat,” ujarnya.
 
Selain itu, olahraga juga merupakan kegiatan yang bisa mencegah risiko serta mengobati gagal jantung sekaligus. Sebab olahraga bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot jantung yang seringkali disebabkan perlemahan otot-otot jantung.
Beragam Kesalahpahaman Terkait Gagal Jantung
Ilustrasi--Pexels.
 
Sayangnya, penderita gagal jantung sering menganggap aktivitas fisik ini justru membuat kondisi gagal jantung semakin parah. Alhasil, kata dia, pasien gagal jantung justru menghentikan kegitan yang menyehatkan jiwa dan raga ini.
 
"Pasien penting memahami bahwa aktivitas sangat penting untuk mengelola gagal jantung . Jantung Anda adalah otot. Jadi semakin sering Anda menggunakannya, semakin kuat kekuatannya,” terangnya.
 
The American Heart Association merekomendasikan orang dewasa menerapkan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Asosiasi itu juga menyarankan meluangkan 75 menit per minggu untuk melakukan latihan intensitas kuat.
 
“Mungkin tidak semua pasien gagal jantung dapat melakukan hal itu. Sehingga menjadi penting untuk membicarakan program olahraga terbaik denga dokter Anda untuk merencanakan jadwal kegiatan yang sesuai dengan gaya hidup dan kondisi Anda,” ungkapnya.
 
Selain itu, Olubi juga menyayangkan masih marak pasien yang menganggap gagal jantung sebagai akhir hidup mereka. Pasien pasrah dengan keadaan tersebut dan menerimanya saja.
 
Padahal, menurut dia, gagal jantung bukan berarti jantung Anda sepenuhnya gagal atau berhenti bekerja. Hanya saja, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengantarkan darah ke tubuh.
 
“Kedokteran sudah membuat banyak kemajuan, mengobati gagal jantung dengan sukses. Kami mendapatkan obat-obatan baru, perangkat baru, dan prosedur bedah baru yang mengarah pada kualitas hidup yang lebih tinggi dan peningkatan umur,” ujarnya.
 
Untuk itu, dibutuhkan komitmen jangka panjang pasien dalam mengikuti rejimen pengobatan dengan cermat. Pasien juga harus mengubah pola pikir dengan gaya hidup sehat. “Dengan begitu, Anda dapat hidup dengan baik dengan gagal jantung,” tandasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif