(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

3 Gejala Kanker Prostat yang Jarang Diketahui

Rona kanker prostat
Raka Lestari • 15 Januari 2018 17:03
Jakarta: Kanker prostat merupakan penyakit paling banyak diderita nomor tiga di Amerika Serikat. Lebih dari 160 ribu pria didiagnosis mengidap penyakit ini setiap tahun, seperti dilaporkan National Cancer Institute's Surveillance, Epidemiology, and End Results Program (SEPT).
 
Namun, selama kanker tersebut belum menyebar, kanker prostat masih berpeluang untuk disembuhkan. Lebih dari 98 persen pria yang didiagnosa menderita kanker prostat bisa bertahan hidup lima tahun atau lebih. Sayangnya, begitu kanker menyebar ke organ lebih jauh, tingkat kelangsungan hidup lima tahun hanya 30 persen.
 
"Kanker prostat dikenal sebagai kanker yang tidak memiliki gejala awal," ujar James Wysock, ahli onkologi urologi dan asisten profesor urologi di NYU Langone Health.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seringkali, saat gejala terlihat, itu karena kankernya sudah semakin tinggi stadiumnya," lanjut Dr Wysock.
 
Jangan tunggu parah, kenali gejala kanker prostat seperti dilansir dari Men's Health.
 
1. Perubahan urine
 
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan uretra. Saat Anda buang air kecil, kandung kemih mendorong isinya ke dalam prostat dan kemudian masuk ke uretra. Seiring bertambahnya usia, prostat akan tumbuh, dan cenderung menyebabkan perubahan buang air kecil.
 
Tapi tumor yang tumbuh di prostat Anda bisa menyebabkan masalah kencing serupa.Masalah kencing ini meliputi aliran urine yang lambat, frekuensi yang meningkat, urgensi yang lebih, dan sensasi pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap, kata Dr Wysock.
 
2. Darah pada sperma atau urine
 
Terdapat darah saat Anda kencing atau ejakulasi adalah hal yang tidak normal dan harus diperiksa kapan pun terjadi. Ini mungkin merupakan gejala kanker prostat, atau berasal dari penyebab lain seperti infeksi atau pembengkakan.
 
3. Nyeri punggung bawah dan rasa kaku
 
Jika kanker prostat telah menyebar hingga luar kelenjar, ia cenderung memengaruhi jaringan dan tulang di dekatnya, termasuk punggung bawah dan tulang belakang. Hal ini dapat menekan saraf tulang belakang, menyebabkan rasa sakit atau mati rasa, dan rasa sesak di otot, tergantung di mana letak sel kanker telah menyebar.
 
Dr Wysock mengatakan, nyeri punggung bawah sebagai gejala kanker prostat sangat jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan juga bisa saja terjadi.
 


 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif