(Foto: Respironews)
(Foto: Respironews)

Perbedaan Minuman Hipertonik, Isotonik, dan Hipotonik

Rona kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 30 Maret 2016 11:36
medcom.id, Jakarta: Sejauh ini, ada tiga jenis minuman elektrokit yang berguna mengatasi dehidrasi,  yakni minuman hipertonik, isotonik, dan hipotonik. 
 
Dehidrasi merupakan keadaan tubuh mengalami kekurangan  cairan sebanyak 5 persen atau lebih dari jumlah normal.
 
Mungkin Anda pernah bertanya, apakah perbedaan ketiga minuman tersebut?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskan Direktur Micronutrient Initiative Dr Elvina Karyadi, M.Sc., Ph.D, SpGK, tiga minuman itu memiliki perbedaan kandungan natrium, salah satu jenis ion yang terdapat dalam minuman elektrolit.
 
Minuman hipertonik 
 
Minuman ini memiliki kadar natrium rendah. Minuman hipertonik diperuntukkan tubuh yang mengalami dehidrasi hipertonik, yakni kondisi lebih banyak cairan tubuh yang keluar ketimbang natrium. Cairan hipertonik juga dapat ditemui dalam jus buah.
 
"Minuman hipertonik biasanya juga kandungan suplemen, sehingga biasa digunakan saat berolahraga," ujar Elvina, dalam edukasi kesehatan bertajuk Kenali Manfaat 7 Ion dalam Aktivitas Sehari-hari, yang berlangsung di Jakarta,  Selasa (29/3/2016).
 
Minuman berisotonik 
 
Minuman ini diperuntukkan ketika tubuh mengalami dehidrasi isotonik, yaitu kondisi tubuh memiliki jumlah natrium dan cairan yang keluar sama banyaknya. 
 
Minuman hipotonik 
 
Minuman ini ditujukan mengatasi dehidrasi hipotonik. Seseorang yang mengalami kondisi ini berarti kadar natrium di dalam tubuhnya rendah. Namun, jumlah air di dalam tubuh normal. Pada kondisi ini, dibutuhkan minuman hipotonik yang memiliki kadar natrium tinggi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif