dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. PD-FINASIM--Istimewa
dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. PD-FINASIM--Istimewa

Pastikan Anda Tidak Menderita Gangguan Kelenjar Tiroid saat Hamil

Rona hamil
Kumara Anggita • 30 Agustus 2019 11:04
Gangguan kelenjar tiroid saat berbahaya, apalagi jika penyakit tersebut diderita saat hamil. Sebab, penyakit tersebut berpotensi membuat bayi cacat.
 

Jakarta: Saat kondisi hamil, penyakit tidak hanya membahayakan ibu namun juga sang bayi. Salah satu penyakit yang berpotensi membuat bayi cacat adalah gangguan kelenjar tiroid.
 
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. PD-FINASIM menjelaskan bahwa kelenjar tiroid adalah organ tubuh yang bebentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher sebelah bawah. Kelenjar ini melepaskan hormon yang mengendalikan metabolisme tubuh, sebagai cara yang dilakukan tubuh untuk menggunakan energi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila hormon tiroid tidak bekerja dengan normal, beberapa alhasil fungsi dalam tubuh akan berantakan. Misalnya, perempuan yang mengidap gangguan tiroid siklus menstruasinya jadi tidak teratur.
 
"Hormon tiroid mengatur kecepatan kecepatan bekerja dari sel-sel tubuh kita," katanya di Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.
 
Bila hormon tiroid dihasilkan dalam jumlah terlalu banyak ini disebut dengan hipertiroid. Sementara, bila hormon yang dihasilkan sedikit maka ini disebut dengan hipotiroid.
 
Hormon tiroid yang dihasilkan secara tidak normal akan menggangu kesehatan bayi Anda. Karena itu, sebelum berencana untuk hamil pastikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. Bila ditemukan Anda mengindap penyakit ini, dokter bisa melakukan tindakan untuk menormalkan hormon tersebut.
 
"Pastikan ke dokter penyakit dalam, apakah saya perlu penanganan khusus. Kalau tidak punya tidak bisa juga. Yang paling penting yang sudah punya gangguan tiroid harus memeriksakan sebelum dia hamil," ujarnya.
 
"Harus dong (dinormalin) kalau tidak normal, urusannya bukan hanya ke dia saja tapi juga janinnya. Resiko," lanjutnya.
 
Bila Anda terkena hipotiroid maka produksi hormon Anda perlu untuk dinormalkam dengan cara hormon tiroid sintesis (tablet) sementara, bila Anda hipertiroid, opsi untuk menormalkannya adalah dengan obat, radioaktif iodium, dan pembedahan.
 
"Obat-obat itu memang tidak 100 persen aman . Tapi tetap boleh digunakan. Kenapa? karena ada goal yang lebih tinggi lagi supaya janinnya jangan bermasalah," ungkapnya.
 
Bila Anda tidak mengobati penyakit ini maka juga akan berdampak buruk pada janin. Bayi bisa lahir dalam keadaan cacat. "Bayi nanti kalau tidak diobatin sarafnya gak berkembang dan lain-lain," tambahnya.
 
Karena itu, tidak ada salahnya untuk melakukan check up dari sekarang agar penyakit ini bisa semakin cepat ditangani.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif