Minuman dan Jus Manis Tingkatkan Risiko Kematian Dini (Foto: istock)
Minuman dan Jus Manis Tingkatkan Risiko Kematian Dini (Foto: istock)

Minuman dan Jus Manis Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Rona makanan berbahaya
Sunnaholomi Halakrispen • 24 Mei 2019 15:44
Jakarta: Kebanyakan orang tahu bahwa minuman manis tidak sehat. Tetapi sebuah penelitian baru menemukan jus buah tidak jauh lebih baik.
 
Bahkan, kata para peneliti, mengonsumsinya secara teratur dapat membantu mempersingkat hidup Anda.
 
"Orang dewasa yang lebih tua yang minum lebih banyak minuman manis, yang termasuk jus buah, juga soda, dan minuman manis lainnya, mungkin berisiko meninggal lebih awal," kata penulis studi Jean Welsh selaku profesor di Sekolah Kedokteran Universitas Emory di Atlanta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bukan banya minuman manis berupa teh siap minum, tetapi juga termasuk jus buah. Untuk penelitian ini, Welsh dan rekan-rekannya mengumpulkan data pada 13.440 pria dan wanita, usia rata-rata 64 tahun, yang merupakan bagian dari studi stroke besar dari 2003 hingga 2007.
 
Di antara peserta itu, sebanyak 71 persen responden mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Para peserta ditanyakan mengenai berapa banyak minuman manis yang mereka konsumsi.
 
Hasilnya, lebih dari rata-rata enam tahun, 1.168 peserta meninggal. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang minum paling banyak minuman yang dimaniskan dengan gula termasuk jus buah 100 persen, memiliki peluang kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang minum paling sedikit.
 
Selain itu, setiap tambahan minuman 12 ons meningkatkan risiko bahkan lebih. Laporan penelitian ini telah dipublikasikan secara online 17 Mei di JAMA Network Open.
 
Sementara itu, Marta Guasch-Ferre selaku ilmuwan peneliti di departemen nutrisi di Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, di Boston, sempat menyatakan fakta menakjubkan. Di Amerika Serikat, sekitar setengah dari populasi mengonsumsi setidaknya satu minuman pemanis gula per hari.
 
"Kebanyakan orang sadar bahwa soda dan minuman manis lainnya termasuk minuman buah dan minuman berenergi, berhubungan dengan kenaikan berat badan dan efek kesehatan yang merugikan. Tetapi jus buah masih dianggap oleh banyak orang sebagai pilihan yang lebih sehat," tutur Guasch-Ferre.
 
Bukti menunjukkan bahwa minuman yang dimaniskan dengan gula dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Buktinya kurang jelas untuk jus buah.
 
Jus utuh mengandung beberapa nutrisi dan itu mungkin bermanfaat bagi kesehatan. Tetapi, kata Guasch-Ferre, mereka juga mengandung jumlah gula yang relatif tinggi dari sumber alami.
 
Menurut Guasch-Ferre, meskipun jus buah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung, buah utuh tidak. Rekomendasi saat ini menyarankan minum jus tidak lebih dari empat hingga enam ons per hari.
 
"Meskipun jus buah tidak berbahaya seperti minuman yang dimaniskan dengan gula, konsumsi harus dimoderasi pada anak-anak dan orang dewasa. Terutama bagi individu yang berusaha mengendalikan berat badan mereka," paparnya.
 
Smoothie berbasis buah biasanya dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat. Namun, bahan smoothie dapat bervariasi secara substansial dan ada penelitian terbatas tentang efek kesehatan.
 
Selain itu, smoothie biasanya sangat tinggi kalori dan karenanya tidak direkomendasikan sebagai minuman harian. Jus sayuran adalah alternatif yang lebih rendah kalori dari jus buah, tetapi mungkin mengandung banyak garam.
 
"Bukti saat ini menunjukkan bahwa air mineral harus menjadi minuman yang disukai. Asupan minuman lain seperti teh atau kopi, tanpa gula dan krim, harus dipilih sebagai pengganti minuman yang dimaniskan dengan gula," pungkas Guasch-Ferre.
 
 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif