Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Pentingnya Pemeriksaan Mata bagi Pasien Diabetes

Rona gaya diabetes
Raka Lestari • 29 Oktober 2019 17:29
Jakarta: Salah satu penyebab kebutaan dan gangguan penglihatan adalah penyakit Diabetes Melitus. Penyakitnya dinamakan Diabetik Retinopati (DR).
 
Penyakit ini merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular diabetes melitus dengan angka prevalensi yang cukup tinggi.
 
DR yang semakin berkembang akan mengakibatkan Diabetik Makular Edema (DME). Pada orang yang menderita DME, maka kualitas penglihatan akan semakin menurun seperti adanya titik hitam, buram dan melihat garis bergelombang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DME yang tidak segera diobati sejak dini ditambah dengan tidak terkendalinya kadar gula darah akan mempercepat proses terjadinya kebutaan.
 
Ketua Perkumpulan Ahli Vitreoretina / Indonesian Vitreoretinal Society (INAVRS), Prof. dr. Arief S Kartasasmita, SpM (K), M.Kes, MM, PhD mengatakan penting bagi pasien Diabetes Melitus, terutama yang mengidap Diabetes Melitus lebih dari lima tahun untuk memeriksakan retinanya.
 
Penyebab utama retinopati adalah kombinasi dari tingginya tingkat tekanan darah, gula darah dan kolesterol. Komplikasi umum Diabetik Retinopati adalah Diabetik Makular Edema, biasa dikenal sebagai DME.
 
DME terjadi ketika kebocoran cairan ke pusat makula, bagian peka cahaya dari retina yang bertanggung jawab untuk ketajaman penglihatan langsung. Cairan di makula bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah atau kebutaan.
 
“Risiko berkembangnya DME terkait erat dengan seberapa lama pasien telah hidup dengan Diabetes Melitus dan tingkat keparahan dari Diabetik Retinopati. DME dan DR adalah komplikasi pembuluh darah kecil yang umum pada orang dengan Diabetes Melitus,” tambah Prof. Arief.
 
Ia juga menambahkan, pemeriksaan skrining mata reguler oleh Dokter Mata Spesialis Retina merupakan bagian penting dalam perawatan pasien Diabetes Melitus. Pemeriksaan retina mata pada penderita Diabetes Melitus tipe 1 sebaiknya dilakukan dalam waktu 5 tahun setelah terdiagnosa. Untuk penderita Diabetes Melitus tipe 2 harus sesegera mungkin setelah ia terdiagnosa Diabetes Melitus.
 
Menurut Prof Arief, pemeriksaan retina mata ini harus diulang setiap 1 – 2 tahun sekali atau sesuai dengan rekomendasi Dokter Mata Spesialis Retina. Pemeriksaan ini mudah dan tidak sakit.
 
Prosedurnya berbeda dengan pemeriksaan mata biasa. Dokter Mata akan menggunakan alat khusus untuk melihat retina.
 
Biasanya akan diberikan obat tetes untuk melebarkan pupil mata, sehingga bagian retina mata lebih mudah dilihat. Prof. Arief menambahkan penting sekali untuk terus melakukan edukasi berkelanjutan untuk Dokter Mata Umum dan Retina untuk mendiagnosa DME lebih dini.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif