Bali menargetkan diri untuk bisa menjadi salah satu tujuan wisata kesehatan atau medical tourism.  (Foto: Dok. Visionpic/Pexels.com)
Bali menargetkan diri untuk bisa menjadi salah satu tujuan wisata kesehatan atau medical tourism. (Foto: Dok. Visionpic/Pexels.com)

Tren Wisata Kesehatan di Bali

Rona gaya Medical tourism
Raka Lestari • 01 November 2019 16:34
Jakarta: Selama ini, Bali identik dengan pantai dan pemandangan indahnya yang merupakan salah satu tujuan utama bagi para pelancong untuk berwisata. Namun kini, Bali juga sedang menargetkan diri untuk bisa menjadi salah satu tujuan wisata kesehatan atau medical tourism.
 
Meskipun memang, masih perlu dilakukan beberapa persiapan dalam berbagai hal untuk bisa mencapai tujuan tersebut.
 
Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) wilayah Bali, Dr. I Gede Wiryana Patra Jaya menyebutkan, “Sebenarnya, wisata kesehatan ini masih dimainkan secara sendiri-sendiri oleh para rumah sakit. Sehingga tahun ini kami dorong supaya dibuatkan regulasi kalau mau mengambil layanan wisata kesehatan harus seperti apa?” ujar Patra, panggilan akrabnya, dalam acara perkenalan situs referensi pertama Philips iGS&ICCA di Bali, Rabu, 30 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Patra juga berharap ke depannya akan ada komite yang khusus menangani wisata kesehatan. “Kami yang ada di rumah sakit sebenarnya berkeinginan untuk hanya fokus pada pelayanan kesehatan. Sehingga waktu kami tidak lagi memikirkan untuk hotel, penginanapan, dan lain sebagainya," katanya.
 
Tren Wisata Kesehatan di Bali
(Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) wilayah Bali, Dr. I Gede Wiryana Patra Jaya dalam acara perkenalan situs referensi pertama Philips iGS&ICCA di Bali, Rabu, 30 Oktober 2019. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
 
"Dalam wisata kesehatan ada unsur kesehatan dan pariwisata, kami yang ada di rumah sakit ingin hanya fokus untuk mengembangkan mutu layanan,” tambahnya lagi.
 
Beberapa perawatan medis yang menjadi unggulan di Indonesia, khususnya di Bali menurut Patra di antaranya adalah program bayi tabung, bedah plastik, sedot lemak, dan juga perawatan bagi para lansia.
 
“Unggulannya yang sudah ada respons untuk Bali itu bayi tabung. Program bayi tabung ternyata dari China dan Hongkong sudah ada yang datang, kemudian juga bedah plastik,” papar Patra.
 
“Selain itu, terutama perempuan yang sudah berusia lanjut itu banyak warga Australia yang ingin tetap seksi sedangkan fisik terutama perutnya sudah mulai membesar. Nah, itu kita mampu melakukan teknik sedot lemak. Kemudian juga ada botoks dan filler."
 
Menurut Patra, perawatan gigi juga cukup banyak digemari oleh para warga Australia.”Untuk saat ini yang sudah ada itu dental karena perawatan gigi di Indonesia kualitasnya juga sudah bagus dan memiliki harga yang lebih murah. Itu menjadi favorit bagi warga Australia karena di Australia biaya perawatan gigi cukup mahal,” tukas Patra.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif