Lebih dari 2 Juta Kelambu Dibagikan di Kawasan Timur Indonesia

Yatin Suleha 30 April 2018 16:00 WIB
malaria
Lebih dari 2 Juta Kelambu Dibagikan di Kawasan Timur Indonesia
Pembagian kelambu anti nyamuk merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan penularan malaria di daerah endemis malaria di Indonesia. (Foto: Dok. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat)
Jakarta: Dalam rangka peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2018 yang jatuh pada tanggal 25 April lalu, salah satu rangkaian acara Hari Malaria Sedunia (HMS) yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI adalah pemantauan penggunaan kelambu anti nyamuk secara serentak di 3 Provinsi Kawasan Timur Indonesia (KTI), yaitu Papua, Papua Barat, dan NTT.

Situasi malaria di Indonesia menunjukkan masih terdapat 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria.

Daerah tersebut terutama meliputi Papua, Papua Barat, dan NTT. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan kelambu anti nyamuk yang telah dibagikan secara gratis kepada masyarakat. 


Pembagian kelambu anti nyamuk merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan penularan malaria di daerah endemis malaria karena penggunaan kelambu anti nyamuk dinilai efektif dalam memberikan perlindungan pada masyarakat dari gigitan nyamuk Anopheles penular malaria. 

Pada Tahun 2017 dan 2018 Kementerian Kesehatan telah membagikan 2.824.450 buah kelambu anti nyamuk di 3 Provinsi KTI dengan rincian Papua 1.214.750, Papua Barat 485.700, dan NTT 1.124.000. 


(Kegiatan pemantauan penggunaan kelambu ini tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan judul "Pemantauan penggunaan kelambu anti nyamuk secara serentak dengan jumlah terbanyak." Foto: Dok. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat)

Selanjutnya pada tanggal 9 sampai dengan 16 April 2018 dilakukan pemantauan penggunaan kelambu anti nyamuk secara serentak di Provinsi tersebut. 

(Baca juga: Hari Malaria Sedunia, Pemerintah Perluas Wilayah Bebas Malaria)

Pemantauan dilakukan dari rumah ke rumah penduduk oleh kader kesehatan yang telah dilatih. Kader pemantau antara lain mendata jumlah kelambu yang telah diterima rumah tangga dan berapa jumlah yang telah digunakan dengan benar. Selain itu juga dilakukan penyuluhan kesehatan terkait pencegahan dan pengendalian penyakit malaria.

Data hasil pemantauan kelambu dilaporkan secara berjenjang dari tingkat desa oleh kader kesehatan, selanjutnya dilakukan rekapitulasi oleh puskesmas, kabupaten, provinsi hingga ke tingkat Pusat Kemenkes RI. 

Saat ini rekapitulasi hasil pemantauan telah selesai dilakukan, di mana hasilnya menunjukkan bahwa 90 persen dari kelambu yang diterima telah digunakan oleh masyarakat. 

"Ada beberapa alasan yang disampaikan oleh masyarakat terkait adanya kelambu yang belum dipasang atau digunakan, antara lain karena masih menggunakan kelambu yang diperoleh tahun sebelumnya (2016 ke bawah)."

"Juga ada yang menyimpan kelambu untuk cadangan kalau ada tamu yang menginap di rumah serta disimpan untuk digunakan bekerja di ladang dan sebagainya," tulis dalam rilis yang diterima oleh Medcom.id.


(Kemenkes RI Nila Moeloek dalam sambutannya di acara peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2018 di Pandeglang. Foto: Dok. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat)

Hasil pemantauan ini cukup menggembirakan dimana kelambu anti nyamuk yang dibagikan, 90 persen diantaranya telah digunakan.

Hal ini menunjukkan respons masyarakat terhadap kegiatan pembagian kelambu relatif baik dan kesadaran untuk mencegah penularan malaria dengan menggunakan kelambu semakin meningkat. Diharapkan penggunaan kelambu berdampak terhadap turunnya angka kejadian penyakit malaria di daerah tersebut.

Kegiatan pemantauan penggunaan kelambu ini tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan judul "Pemantauan penggunaan kelambu anti nyamuk secara serentak dengan jumlah terbanyak." 

MURI menyerahkan sertifikat Rekor MURI kepada Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Provinsi Papua, Papua Barat, serta NTT pada puncak peringatan Hari Malaria Sedunia yang diselenggarakan pada tanggal 29 April 2018 lalu di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360