(Foto: Men's Health)
(Foto: Men's Health)

Ini Akibatnya jika Punya Kebiasaan Merokok Sejak Remaja

Rona tips kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 25 September 2018 18:46
Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa remaja dengan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berisiko mengalami kerusakan pembuluh darah (arteri).
 
Para peneliti menyimpulkan bahwa remaja berusia 17 tahun yang merokok lebih dari 100 batang seumur hidup atau konsumsi alkohol lebih dari 10 gelas pada hari-hari biasa minum minuman keras memiliki dinding yang lebih keras di arteri. 
 
Dalam jangka panjang, arteri yang lebih kaku dapat meningkatkan risiko untuk kejadian kardiovaskular, demensia, dan kematian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cedera pada pembuluh darah terjadi sangat awal dalam kehidupan sebagai akibat dari merokok dan minum dan melakukan keduanya bahkan lebih merusak," ujar peneliti Dr Marietta Charakida, seperti dilansir Fox News
 
Penelitian yang dipublikasi dalam European Heart Journal tersebut menganalisis data yang dikumpulkan dari 2004 hingga 2008 pada 1.266 remaja yang terdaftar dalam Studi Longitudinal Orang Tua dan Anak-anak Avon. Para peserta melaporkan kebiasaan merokok dan minum mereka pada usia 13, 15 dan 17 tahun.
 
Untuk menilai kekakuan dinding arteri remaja, para peneliti menggunakan perangkat non-invasif untuk mengukur kecepatan di mana denyut jantung dari perjalanan jantung antara arteri karotid di leher dan arteri femoralis di kaki.
 
Kecepatan itu disebut kecepatan gelombang pulsa. Kecepatan yang lebih lambat adalah pertanda baik; itu berarti dinding arteri lebih elastis.
 
Remaja berusia 17 tahun yang telah menghisap lebih dari 100 batang rokok sepanjang hidup mereka, kecepatan gelombang pulsa rata-rata 3,7 persen lebih cepat daripada remaja yang merokok kurang dari 20 batang rokok.
 
Sementara, mereka yang cenderung minum alkohol berlebihan, atau lebih dari 10 minuman dalam satu hari dengan tujuan menjadi mabuk, memiliki kecepatan gelombang pulsa rata-rata 4,7 persen lebih cepat daripada anak-anak yang minum tidak lebih dari 2 minuman dalam satu hari.
 
Lebih lanjut, kombinasi kebiasaan konsumsi alkohol dan merokok berkaitan dengan kerusakan arteri yang lebih besar dibandingkan dengan minum berat dan merokok secara terpisah. 
 
Pada anak-anak tersebut, kecepatan gelombang pulsa 10,8 persen lebih tinggi daripada remaja yang merokok lebih sedikit dan tidak minum berlebihan.
 
Namun, menghentikan kebiasaan buruk tersebut saat masa remaja dapat memulihkan kesehatan arteri. Penelitian tersebut melihat bahwa anak-anak berusia 17 tahun yang merokok di masa lalu tetapi saat ini telah berhenti memiliki kesehatan arteri yang sama dengan yang tidak pernah merokok.
 
Lihat video:
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif