Jakarta: Beberapa penelitian mengatakan, rata-rata setiap orang berjalan sekitar 240-290 kilometer per tahun. Ya, lebih jauh dari jarak antara Jakarta-Bandung via jalan tol.
Tapi ngomong-ngomong, dengan perjalanan seperti itu, apakah Anda sudah menggunakan alas kaki yang tepat buat menunjang kinerja kaki? Soalnya kalau Anda menggunakan alas kaki yang tidak tepat, bisa mengakibatkan kerusakan serius di bagian pergelangan kaki hingga ke seluruh tubuh.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ya, meskipun alas kaki yang berbahaya ini justru seringkali digunakan orang kebanyakan. Entah buat bergaya, atau sekadar buat penggunaan sehari-hari. Berikut penjelasannya.
1. High heels
Tampilan highheels yang elegan mungkin mampu membuat Anda tambah percaya diri menghadapi dunia. Tapi melalui prespektik kesehatan, high heels justru bikin kaki Anda rentan cedera.
Sebuah studi dari Manchester Metropolitan University, mengungkapkan jika sering menggunakan higheels, bisa memperpendek otot betis hingga 13 persen. Hal ini bisa mengakibatkan kaki tak bisa menapak sempurna dan sakit ketika berjalan.
Bukan itu saja. Pada 2017 lalu, University of Alabama mempublikasikan statistik yang mengerikan. Lebih dari 120 ribu perempuan terpaksa dilarikan ke ruang emergency dari 2002-2012 akibat penggunaan high heels.
Para pasien kebanyakan mengeluh terkilir, kuku tumbuh ke dalam dan nyeri tulang belakang. Bahkan banyak juga pasien yang mengalami kerusakan saraf.
Tapi jangan buru-buru membuang higheels Anda. Coba dulu periksa berapa tinggi haknya. Soalnya, dr. Emily Splichal, ahli Podiatrist and Human Movement Specialist, mengatakan sepatu dengan hak setinggi 7,6 centimeter (3 inchi) masih aman digunakan buat kaki.
(Baca juga: Gejala Varises selain Warna Biru di Kaki)
2. Platform
Meskipun sepatu plaform menarik dilihat mata, tapi kalau bisa bicara, kaki Anda sama sekali tidak menyukainya. Sebab jenis sepatu ini tidak lentur dan bisa menekan kuku kaki ke dalam.
Selain itu, bentuk platform yang membuat kaki tertekan dari arah depan ini sangat bertentangan dengan gerakan alami kaki. Para ahli merekomendasikan pengguna platform agar tidak lagi menggunakan sepatu tersebut.
Tapi, kalaupun tetap ingin menggunakan platform, jangan pula risau. Asalkan, kata dr. Hillary Brenner dari American Podiatric Medical Association, pilihlah platform yang membuat area tumit dan jari kaki sejajar atau tak terlampau tinggi.
3. Sandal jepit
Menggunakan sandal jepit mungkin jadi pilihan karena simpel dan nyaman. Tapi percaya atau tidak, penggunaan sandal jepit juga ada risikonya.
Beberapa orang mengatakan, penggunaan sandal jepit seringkali membuat kaki lecet. Selain itu, sandal jepit juga bisa bikin kaki tak terbeban dengan sempurna. Hal ini bisa menyebabkan ketidakselarasan otot pergelangan kaki dan lutut.
Nah ketimbang pakai sandal jepit, kenapa tidak menggunakan sandal slide saja? Selain lebih aman buat kaki, desainnya juga lebih bagus dan bisa bikin penggunanya terlihat tampil simpel dan santai.
4. Flat
Jenis alas kaki ini punya banyak alasan untuk merusak kaki penggunanya. Pertama, sepatu flat tidak memiliki sol yang berguna buat melindungi kaki ketika berjalan di tempat yang tidak rata.
Hal ini bisa mengakibatkan tekanan pada pergelamngan kaki Anda. Lamabat laun, tekanan tersebut akan membuat rasa sakit menyebar ke lutut dan tulang punggung bawah penggunanya.
Tapi, sekali lagi, jangan buru-buru dibuang. Sayang. Toh, Anda bisa menambahkan sol tambahan yang lebih empuk ke dalam sepatu, sebelum digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
