Seperti halnya pengembangan PMT Daun Kelor, Menkes juga mengapresiasi Dusun Mandalasari yang menganmpanyekan Ayo Minum Air (Amir).  Foto: A. Firdaus/Medcom.id)
Seperti halnya pengembangan PMT Daun Kelor, Menkes juga mengapresiasi Dusun Mandalasari yang menganmpanyekan Ayo Minum Air (Amir). Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

Menkes Acungi Jempol soal PMT Daun Kelor

Rona kunjungan kemenkes
A. Firdaus • 28 April 2019 15:23
Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek mengatakan bahwa anak-anak butuh variasi dalam mengonsumsi makanan. Meski begitu, jangan pula tinggalkan makanan yang memiliki manfaat buat mereka. Untuk itulah, daun kelor yang menjadi bahan pemberi makanan tambahan, menjadi inovasi baik untuk si buah hati.
 

Denpasar: Inovasi dilakukan ibu-ibu Posyandu dan PAUD Dusun Mandalasari, Denpasar, Bali. Mereka mengubah stigma negatif daun kelor, menjadi sebuah makanan yang disukai anak-anak.
 
Ya, ibu-ibu Posyandu dan PAUD Dusun Mandalasari mengajak para orang tua murid untuk menjadikan daun kelor sebagai pemberi makanan tambahan (PMT) anak dengan berbagai macam jenis makanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tanaman yang memiliki nama ilmiah Moringa Oleifera itu dibuat sebagai bahan makanan tambahan seperti pudding atau nugget. Tentu inovasi ini mendapat dukungan dari Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek.
 
Menurutnya, daun kelor memiliki banyak manfaat. Terutama untuk anak-anak. Sebab dalam kandungan daun kelor ternyata juga meningkatkan gizi si buah hati.
 
“Di situ saya mengangkat posyandu. Kreativitas mereka mengangkat daun kelor luar biasa. Kan masalahnya stunting yaitu kurang gizi. Di sini terobosan yang harus dilakukan sangat mendukung, di mana Indonesia kaya dengan tumbuh-tumbuhan,” ujar Nila saat mengunjungi Desa Mandalasari, Denpasar, Bali beberapa waktu lalu.

Baca juga: Manfaat Ajaib Bubuk Daun Kelor

“Di jalan begitu banyak pohon kelor, dan ternyata daunnya bisa meningkatkan gizi anak kita. Di posyandu juga para kader berbagi kreativitas untuk membuat daun kelor menjadi jeli, nuget kelor, sayur bening. Anak-anak ini jelas ingin variasi,” tegas Nila.
 
Masyarakat di Denpasar terutama wali murid, kader PKK, dan masyarakat sudah teredukasi pentingnya makan sayur. Termasuk untuk anak-anak balita. Selain itu, budaya menanam pohon kelor dan mengolahnya untuk PMT sudah menjadi hal yang biasa.
 
Seperti halnya pengembangan PMT Daun Kelor, Menkes juga mengapresiasi Dusun Mandalasari yang menganmpanyekan Ayo Minum Air (Amir). Hal ini bisa menghapus kebiasaan anak-anak yang kerap meminum air berwarna.
 
“Minum air putih benar. Jadi sehari itu harus delapan gelas. Tubuh kita isinya 80% air. Nah kita harus minum air. Kemarin juga Presiden Jokowi, mengatakan fokus. Begitu juga Menteri Keuangan mengenai anggaran, itu bukan hanya dari kesehatan, tetapi dari di luar kesehatan termasuk air bersih dan sanitasi,” tegas Nila.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif