Berikut ini tips menangani anak yang sering bermain TikTok. (Foto: Kon Karampelas/Unsplash.com)
Berikut ini tips menangani anak yang sering bermain TikTok. (Foto: Kon Karampelas/Unsplash.com)

Tips Tangani Anak yang Sering Bermain TikTok

Rona gadget keluarga tiktok
Sunnaholomi Halakrispen • 22 April 2020 17:14
Jakarta: Pandemi global covid-19 (new coronavirus) membuat sebagian besar orang untuk berada di rumah saja. Salah satu kegiatan di media sosial yang masih digandrungi anak ialah bermain TikTok dengan beragam kreativitas.
 
Namun, sesuatu hal yang berlebihan tidaklah baik. Termasuk membiarkan anak bermain TikTok tanpa batasan waktu dan mengakses tidak sesuai usia. Maka, orang tua sebaiknya melakukan sejumlah hal dalam menangani hal tersebut.
 
"Pertama, orang tua pegang kunci privasi akun anaknya. Kedua, membatasi waktu penggunaan aplikasi TikTok karena orang suka lupa waktu pakai gadget. Misal jadi berapa jam atau menit bisa pakai TikTok," ujar Head of Public Policy TikTok Indonesia, Donny Eryastha, dalam Video Conference dengan Tiktok Indonesia, Rabu, 22 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, kata Donny, Anda bisa membatasi private message. Untuk usia di bawah 16 tahun, sebetulnya TikTok otomatis tidak bisa pakai. Peran orang tua pun penting dalam hal ini.
 
"Ada batasan dari orang tua untuk menciptakan ekosistem anak memakai internet. Ada family pairing. Banyak risiko penggunaan maka perlu dibatasi terhadap anak pakai internet," paparnya.
 
Terkait hal itu, menurut Spesialis Perlindungan Anak, UNICEF Indonesia, Astrid Gonzaga Dionisio, orang tua harus berperan aktif. Penakanannya, dalam membangun lingkungan yang aman selama anak mengakses internet.
 
"Harus buat kesepakatan. Kalau anak pakai internet 5-7 jam, ini tidak bagus, tidak terlalu sehat untuk tumbuh kembang anak. Harusnya anak melakukan hal-hal yang seharusnya dia lakukan," tutur Astrid.
 
Ia memaparkan bahwa pada kesempatan berada di rumah saja, anak harus interaksi dengan keluarga, melakukan PHBS (pola hidup bersih dan sehat). Oleh karena itu, perlu dilakukan kesepakatan bersama soal kapan saja anak menggunakan internet dan apa saja yang boleh diakses.
 
"Harus ada penjelasan kenapa anak dan orang tua harus install aplikasi family pairing. Karena kalau tidak, bisa ada permasalahan nantinya di kemudian hari. Ada hal-hal yang juga harus kita perhatikan. Ada dampak negatif yang harus diantisipasi untuk mengurangi risiko bagi anak-anak kita," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif