Satu hingga dua persen dari anak-anak mendapatkan asma kronis selama masa kanak-kanak mereka. (Foto: jordan Witt/Unsplash.com)
Satu hingga dua persen dari anak-anak mendapatkan asma kronis selama masa kanak-kanak mereka. (Foto: jordan Witt/Unsplash.com)

Gejala Asma pada Anak-anak

Rona asma
Torie Natalova • 12 Februari 2019 07:12
Jakarta: Asma adalah kondisi kronis yang memengaruhi saluran udara. Orang dewasa hingga anak-anak dapat mengalami gejala asma yang umum seperti mengi, batuk dan sesak napas. Jika gejala ini berlanjut atau lebih sering terjadi, anak Anda mungkin mengalami serangan asma.
 
Serangan asma terjadi ketika selaput lendir di cabang-cabang kecil saluran udara membengkak dan otot-otot melingkar berkontraksi. Pernapasan menjadi sulit karena lendir lebih banyak diproduksi di saluran udara yang sudah terbatas. Ini biasanya menghasilkan suara mengi saat bernapas.
 
Satu hingga dua persen dari anak-anak mendapatkan asma kronis selama masa kanak-kanak mereka. Sekitar 15-20 persen dari semua anak akan memiliki gejala mengi, tetapi sebagian besar itu akan muncul pada usia sekolah. Anak yang menderita bronkiolitis semasa bayi memiliki peningkatan risiko mengi sampai usia sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada anak prasekolah, mengi biasanya disebabkan oleh infeksi virus (yang menyebabkan infeksi flu, telinga atau tenggorokan). Pada anak yang lebih besar, virus masih menjadi penyebab mengi yang paling umum. 
 
Gejala Asma pada Anak-anak
(Satu hingga dua persen dari anak-anak mendapatkan asma kronis selama masa kanak-kanak mereka. Foto: Arwan Sutanto/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Strategi Mudah Hadapi Serangan Asma)
 
Tapi, alergen lain juga dapat menyebabkan serangan asma seperti serbuk sari, bulu binatang, tungau debu rumah, jamur, makanan, misalnya susu atau telur.
 
Berbagai faktor dapat memperburuk gejala asma seperti flu dan batuk, paparan terhadap alergi umum yang mereka derita, asap rokok, polusi dan debu, olahraga berat.
 
Adapun gejala asma pada anak bayi hingga usia tiga tahun seperti suara mengi saat bernapas, batuk, dada tertekan, batuk berkepanjangan dan memburuk di malam hari, pilek yang berulang. Jika anak Anda menderita batuk tanpa mengi, kemungkinan itu bukanlah asma.
 
Sedangkan pada anak-anak usia 3-15 tahun dapat mengalami gejala-gejala asma seperti suara mengi saat bernapas, batuk di malam hari, tidak aktif atau lesu.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif