Namun, bagi mereka yang menghadapi pertengkaran dengan cara diam, juga tak luput dari masalah kesehatan seperti nyeri punggung kronis yang mungkin disebabkan oleh tubuh bagian atas yang tegang.
Menurut penelitian, selama Anda bertengkar dengan pasangan, jantung bisa berdenyut hingga lebih dari 100 detak per menit. Ini berarti Anda memaksa jantung bekerja lebih keras.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Perhatikan tanda-tanda dari tubuh Anda saat bertengkar dengan pasangan yang mungkin dapat menyebabkan masalah kesehatan dan bagaimana mengubah cara berdebat Anda.
1. Perhatikan peringatan di tubuh Anda
Saat bertengkar, Anda mungkin merasakan area wajah yang memanas dan jantungnya berdetak kencang. Dengan memperhatikan gejala ini, Anda dapat merespon dengan cara yang lebih tenang dan mengendalikan emosi dengan benar.
2. Panggilan untuk tenang
Adu argumen yang meningkat memperlambat detak jantung Anda dan menempatkan Anda dalam cara berpikir yang positif. Anda bisa mencoba untuk memberikan sinyal istirahat sejenak dan menenangkan pikiran sebelum kembali adu argumen dengan lebih tenang. Bagi Anda yang tak bisa menahan amarah, kesempatan ini dapat digunakan untuk menarik napas yang dalam dan melakukan peregangan. Saat lebih tenang, Anda bisa mendengarkan pendapatnya dan menyelesaikan masalah.
3. Katakan apa yang Anda butuhkan
Hampir semua argumen berjalan dengan baik jika Anda mulai dengan membicarakan perasaan dan bukan tindakan pasangan Anda. Mencoba mencari dan menggunakan kata yang lebih bijak dapat membuat pasangan memikirkan kesalahan atau masalah yang sedang terjadi dengan kepala dingin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
