Ilustrasi. Foto: Dok/MTVN
Ilustrasi. Foto: Dok/MTVN

Selamat Pagi Indonesia

Penyintas MRKH Dirikan Yayasan Anak Dengan Cinta

Rona kesehatan
MetroTV • 07 September 2021 15:33
Bogor: Dita Anggraeni bersama sang suami membangun Yayasan Laskar Bintang dan Rumah Anak Bumi di Desa Cikuda, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Kondisi Dita yang divonis tidak dapat memiliki keturunan akibat Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH) tidak membuatnya putus asa.
 
Yayasan Laskar Bintang telah dirintisnya sejak tahun 2013. Yayasan ini bertujuan memberikan pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa di Parung Panjang. Pendidikan disediakan secara gratis mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
 
Dibandingkan Yayasan Laskar Bintang, Rumah Anak Bumi ditujukan untuk fokus ke hal-hal sosial kreatif. Dita mengaku dapat menjadi ibu bagi anak-anak di Yayasan Laskar Bintang dan Rumah Anak Bumi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berpikirnya tidak setiap perempuan memang bisa hamil dan melahirkan, tetapi setiap perempuan bisa menjadi ibu meskipun bukan ibu biologisnya," ujar Dita dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Selasa, 7 September 2021.
 
Dita awalnya mengalami telat menstruasi, yaitu pertama kali menstruasi pada usia 19 tahun. Kemudian tahun 2014, Dita mengetahui terkena sindrom MRKH.
 
"Waktu 19 tahun diagnosisnya sudah keluar agenesis uterus, tetapi saya baru tahu bahwa itu syndrome MRKH itu tahun 2014," jelasnya.
 
Yayasan Laskar Bintang dan Rumah Anak Bumi hingga saat ini belum memiliki donatur tetap. Bantuan didapatkan dari teman-teman Dita maupun teman suaminya.
 
Dita berharap dapat membangun asrama dan sekolah gratis bagi anak asuhnya. Mengingat selama ini mereka hanya belajar di rumah Dita dengan fasilitas seadanya. (Widya Finola Ifani Putri)
 
(MBM)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif