"Saya memutuskan untuk membelah mainan bermerek Sophie karena penasaran dan menemukan ada sesuatu di dalamnya. Ada jamur yang bau dan mengerikan tinggal di dalam mainan karet anakku!" ujarnya pada Good Housekeeping.
Padahal, ia selalu membersihkan mainan tersebut sesuai dengan instruksi yang dianjurkan yaitu dengan spons basah dan air sabun hangat, jug atak pernah menenggelamkannya dalam air.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Sangguh menyedihkan mengetahui saya membiarkan anak saya mengunyah mainan berjamur selama berbulan-bulan. Saya tak akan membeli mainan yang memiliki lubang dan tak menyarankannya pada pasien saya," ungkapnya.
Faktanya, ada beberapa kejadian serupa yang dialami oleh berbagai konsumen. Namun, pihak perusahaan yang menciptakan mainan tersebut memberi pembelaan dengan mengungkapkan bahwa peletakan mainan adalah tanggung jawab pemilik teether.

"Perlu diketahui bahwa maianan tersebut mengandung 100 persen karet alami, sehingga instruksi pembersihan harus benar-benar diperhatikan," demikian menurut perusahaan tersebut.
(Baca juga: Atasi Semua Masalah Kaki dengan Cara Ini)
Mereka menekankan bahwa mainan tidak boleh direndam agar tidak ada air yang dapat masuk melalui lubang kecil yang terdapat di mainaan tersebut.
Di satu sisi, bila jamur sampai termakan bayi, maka hal tersebut akan menimbulkan gejala seperti terbatuk atau mata gatal bila si kecil alergi jamur.
"Menelan jamur dapat menimbulkan risiko gejala gastrointestinal dan infeksi pada konsumen yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh," tukas Lyuba Konopasek, asisten profesor pediatri di New York Presbyterian / Weil Cornell Medical Center.Untuk menghindari kejadian tersebut, satu-satunya cara adalah dengan membersihkan mainan karet tersebut dengan tepat, yaitu seminggu sekali.
Artinya, gunakan air sabun yang hangat. Setelah itu, rendam mainan selama lima menit dalam larutan desinfektan kemudian angkat dan keringkan di udara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
