Luka yang menembus kulit ini tidak begitu mengkhawatirkan dibandingkan luka yang memasuki rongga perut. (Foto: Ilustrasi/Unsplash)
Luka yang menembus kulit ini tidak begitu mengkhawatirkan dibandingkan luka yang memasuki rongga perut. (Foto: Ilustrasi/Unsplash)

Seberapa Bahaya Luka yang Dialami Korban Penikaman

Rona Wiranto Diserang
Raka Lestari • 10 Oktober 2019 18:58
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diserang orang tak dikenal di Alun-alun Menes Pandeglang Banten, Kamis 10 Oktober 2019. Pada kejadian itu, Wiranto tertusuk di bagian perut.
 
"Beliau terkena luka di area tubuh depan," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam Breaking News Metro TV, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Pada saat itu juga, pihak kepolisian memperlihatkan alat yang digunakan pelaku penyerangan Wiranto. Alat tersebut berupa pisau yang dikenal dengan nama kunai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kasus ini, luka dalam terjadi jika pisau atau peluru merobek kulit. Beberapa luka yang menembus kulit biasanya mengenai lapisan lemak dan otot di bawah kulit.
 
Luka yang menembus kulit ini tidak begitu mengkhawatirkan dibandingkan luka yang memasuki rongga perut. Tusukan yang menembus rongga perut hampir selalu menyebabkan kerusakan yang signifikan. Meski demikian, luka tusukan yang memasuki rongga perut tidak selalu merusak organ atau pembuluh darah.
 
Sementara luka yang disebabkan karena benda tumpul, menembus kulit dapat memutus atau merusak organ dalam perut dan pembuluh darah. Luka ini juga dapat menyebabkan darah terkumpul di dalam organ tubuh (misalnya adalah liver).
 
Darah yang terkumpul itu disebut hematoma. Perdarahan yang tidak terkontrol pada rongga perut di sekeliling organ dinamakan hemoperitoneum.
 
Luka sayatan dapat menyebabkan pendarahan saat itu juga. Pendarahan mungkin terjadi secara minimal dan menyebabkam beberapa masalah. Luka yang lebih serius bisa menyebabkan pendarahan masif dengan syok yang dialami, dan terkadang kematian.
 
Pendarahan yang berasal dari luka di perut pada umumnya terjadi di dalam (rongga perut). Ketika terjadi luka tembus, sejumlah pendarahan eksternal kemungkinan akan masuk ke dalam luka tersebut.
 
Ketika organ perut terluka, organ bagian dalam (seperti asam lambung, kotoran, atau urin) akan masuk ke rongga perut. Sehingga menyebabkan iritasi dan inflamasi (peritonitis).

Komplikasi

Selain kerusakan langsung, cedera perut juga dapat menyebabkan masalah di kemudian hari. Beberapa masalah di kemudian hari tersebut di antaranya:
1. Hematoma pecah
Pengumpulan nanah dalam perut (abses)
2.  Penyumbatan usus (obstruksi)
 Sindrom kompartemen perut

Hematoma pecah

Tubuh biasanya dapat menyerap kembali darah yang terkumpul (hematoma), meskipun mungkin perlu beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, hematoma terkadang pecah dan bukannya diserap.
 
Ruptur (robek atau koyaknya jaringan secara paksa) dapat terjadi dalam beberapa hari pertama setelah cedera. Tetapi kadang-kadang pecah terjadi kemudian, bahkan berbulan-bulan kemudian.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif