Berikut ini tips pilih instruktur yoga ala Amie Ardhini. (Foto: Dok. Instagram Amie Ardhini/@amieardhini)
Berikut ini tips pilih instruktur yoga ala Amie Ardhini. (Foto: Dok. Instagram Amie Ardhini/@amieardhini)

Tips Pilih Instrukur Yoga yang Tak Mudah

Rona olahraga yoga Amie Ardhini
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Mei 2020 20:02
Jakarta: Ketika hendak menggeluti aktivitas olahraga yoga, memilih instruktur bukanlah perkara mudah. Sebab, ada banyak instruktur dengan masing-masing ciri khas mereka. 
 
Apabila tidak sesuai dengan apa yang kita cari, risikonya bisa membuat tidak nyaman selama berlatih yoga. Maka demikian, carilah instruktur yang tepat. Salah satu caranya, bisa dengan mencoba lebih dari satu instruktur.
 
"Jangan pernah ragu untuk mencoba beberapa instruktur. Misalnya jangan hanya karena orang banyak ramai atau happening, ternyata kita enggak cocok," ujar Pegiat Yoga sekaligus News Anchor Metro TV, Amie Ardhini, dalam Ngobrol Asyik Medcom.id, Rabu, 13 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menekankan bahwa jangan pernah mengabaikan rasa nyaman yang timbul selama latihan yoga. Apabila nyaman dengan sang instruktur, walaupun murid yoganya tidak banyak, maka seharusnya tidak menjadi masalah.
 
"Karena istilahnya kita memercayakan tubuh kita ke si instruktur. Lalu, jangan takut dengan instruktur yang bawel karena justru itu yang benar. Misalnya dinilai salah terus," jelasnya.
 

(Amie lebih memilih instruktur yoga yang nyaman. Foto: Dok. Instagram Amie Ardhini/@amieardhini)
 
Justru, instruktur yang terkesan bawel karena banyak protes terhadap gerakan muridnya itu yang dinilai bagus. Sebab, kata Amie, sang instruktur mampu sangat concern dengan setiap gerakan para muridnya.
 
"Karena dia merasa bertanggung jawab dengan tubuh si murid. Jangan sampai si murid yang masuk kelasnya itu mengalami cedera," paparnya.
 
Saat mencari instruktur yang benar juga dilihat dari pengalaman yang bagus, teknik mengajar, cara penyampaian kepada murid, dan lainnya. Dari pertimbangan itu semua, murid bisa belajar hal dasar yang tepat, pernapasan, hingga gerakannya seperti apa.
 
Carilah instruktur yang tepat, yang memberikan materi sesuai kenyamanan Anda. Selain itu, sesuaikan level gerakan dengan kondisi tubuh. Jangan memaksakan mengikuti gerakan orang lain yang sudah bisa mencapai level di atas kemampuan Anda.
 
"Jangan karena kelihatannya hanya di mat saja, tapi lumayan mengiris-ngiris otot. Jadi sesuaikan dengan level kita, dalam arti, stay di level A benerin jangan paksa langsung ke level B atau C," ucapnya.
 
"Contohnya ada teknik yoga yang one breath one movement. Itu kardio juga sama kayak lari. Jadi kalau ada orang asma atau sakit pernapasan lain, kalau teknik dasarnya yoga belum dikuasai, teknik yang ini bisa engap-engapan," tambahnya.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif