Pembukaan GHSA Bukti Peran Indonesia Wujudkan Ketahanan dan Kesehatan Global

Raka Lestari 06 November 2018 12:13 WIB
kunjungan kemenkes
Pembukaan GHSA Bukti Peran Indonesia Wujudkan Ketahanan dan Kesehatan Global
Global Health Security Agent (GHSA) muncul sebagai forum kerja sama antar negara yang bersifat terbuka dan sukarela dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas nasional. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
Jakarta: Perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging disease dan re-emerging disease yang berpotensi pandemik dengan karakteristik risiko kematian yang tinggi dan penyebaran yang sangat cepat.

Globalisasi yang mengakibatkan peningkatan mobilitas manusia dan hewan lintas negara serta perubahan gaya hidup manusia juga telah berkontribusi mempercepat proses penyebaran wabah menjadi ancaman kesehatan global.

Peningkatkan ancaman kesehatan global tersebut menjadi ancaman serius bagi sistem kesehatan nasional dan mengakibatkan kerusakan besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa outbreak wabah Ebola di Guinea, Liberia dan Sierra Leone pada tahun 2014 mengakibatkan pertumbuhan negatif perekonomian ketiga negara tersebut lebih dari setengah pertumbuhan ekonomi sebelum outbreak.


(Dalam kerjasama GHSA, Indonesia termasuk salah satu negara yang aktif berkontribusi, diantaranya menjadi anggota Tim Pengarah (Steering Group) bersama 9 negara lainnya, anggota Troika pada tahun 2018, serta menjadi Ketua Tim Pengarah pada tahun 2016. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

"Agenda keamanan kesehatan global ini ditujukan untuk menanggapi ancaman penyakit menular baru seperti Ebola, Influenza, MERS, dan SARS," buka Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani, dalam sambutannya di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa, 6 November 2018.

"Indonesia selalu memprioritaskan kesehatan dalam agenda pembangunan, mulai dari kualitas pelayanan dan akses kesehatan yang berkeadilan. Pembangunan kesehatan merupakan pilar terpenting bagi keamanan nasional," ucap Puan Maharani lagi.

Sebagai respons terhadap hal tersebut, Global Health Security Agenda (GHSA) muncul sebagai forum kerja sama antar negara yang bersifat terbuka dan sukarela dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas nasional dalam penanganan ancaman penyakit menular dan kesehatan global.

(Baca juga: Jejaring Laboratorium Gunakan Sistem PCR)

Diluncurkan pada Februari 2014 dengan 29 negara anggota sebagai inisiatif 5 tahun, saat ini GHSA telah beranggotakan 65 negara dan didukung oleh badan PBB seperti WHO, FAO, OIE, Bank Dunia, serta organisasi non-pemerintah dan sektor swasta.

"Pertemuan yang dimulai pada tahun 2014 ini menunjukkan bahwa kami juga perlu memiliki ketahanan secara nasional untuk mewujudkan masyarakat global yang bebas dari penyakit menular," ujar Nila Farid Moeloek, Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada kesempatan yang sama.


(Global Health Security Agenda (GHSA) muncul sebagai forum kerja sama antar negara yang bersifat terbuka dan sukarela dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas nasional dalam penanganan ancaman penyakit menular dan kesehatan global. Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

"Peran GHSA dalam mengedepankan masyarakat yang bebas dari penyakit global juga telah terbukti dengan semakin banyaknya negara yang menjadi anggota. GHSA memainkan banyak peran untuk ketahanan dan kesehatan," tambahnya lagi.

Dalam kerja sama GHSA, Indonesia termasuk salah satu negara yang aktif berkontribusi, diantaranya menjadi anggota Tim Pengarah (Steering Group) bersama 9 negara lainnya, anggota Troika pada tahun 2018, serta menjadi Ketua Tim Pengarah pada tahun 2016.

Indonesia juga menawarkan untuk menjadi host country Sekretariat GHSA yang akan membantu administrasi dan komunikasi dalam GHSA 2024 yang saat ini sedang dalam pembahasan untuk menentukan lokasi dan komposisi.

"Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini dengan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan semua negara yang telah memainkan peranan penting dalam pencapaian kemajuan GHSA," tutup Nila.



(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id