Para peneliti menduga bahwa seseorang yang mengalami stres memiliki risiko tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi dan masalah jantung. (Ilustrasi/Pexels)
Para peneliti menduga bahwa seseorang yang mengalami stres memiliki risiko tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi dan masalah jantung. (Ilustrasi/Pexels)

6 Penyakit yang Bisa Muncul karena Stres

Rona stres
Raka Lestari • 25 Agustus 2020 12:02
Jakarta: Stres dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Stres yang dialami, terutama jika sudah dalam tahap kronis bisa meningkatkan risiko untuk mengalami berbagai penyakit seperti obesitas, jantung, Alzheimer, diabetes, dan masih banyak lagi.
 
"Stres tidak hanya membuat kita merasa tidak enak secara emosional, tapi stres juga dapat memperburuk berbagai macam kondisi kesehatan,” ," kata Jay Winner, MD, direktur Stress Management Program for Sansum Clinic di Santa Barbara.
 
Seperti dilansir WebMD, berikut ini adalah beberapa penyakit yang berkaitan dengan stres yang dialami:

Penyakit jantung

Para peneliti menduga bahwa seseorang yang mengalami stres memiliki risiko tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Stres dapat secara langsung meningkatkan detak jantung dan aliran darah, dan menyebabkan pelepasan kolesterol dan trigliserida ke dalam aliran darah. Orang yang memiliki masalah jantung kronis sebisa mungkin hindari stres.

Asma

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk asma. Beberapa bukti juga menyebutkan bahwa orang tua yang memiliki stres kronis kemungkinan dapat mengembangkan risiko asma pada anak-anak mereka. Anak-anak dengan orang tua yang stres memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena asma.

Obesitas

Kelebihan lemak di perut tampaknya menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar. "Stres menyebabkan tingkat hormon kortisol yang lebih tinggi dan itu itu tampaknya meningkatkan jumlah lemak yang disimpan di perut,” kata Winner.

Diabetes

Stres dapat memperburuk diabetes dengan dua cara. Pertama, stres dapat meningkatkan kemungkinan perilaku buruk, seperti makan tidak sehat dan minum berlebihan. Dan yang kedua, stres kemungkinan dapat meningkatkan kadar glukosa pada penderita diabetes tipe 2 secara langsung.

Depresi dan kecemasan

Mungkin tidak mengherankan jika stres kronis dikaitkan dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi. Satu survei studi terbaru menemukan bahwa orang yang mengalami stres terkait dengan pekerjaan mereka, memiliki risiko 80% lebih tinggi terkena depresi dalam beberapa tahun daripada orang dengan stres yang lebih rendah.

Gangguan pencernaan

Stres dapat memperburuk gangguan pencernaan Anda. Menurut Winner, stres juga merpakan faktor umum yang dapat menyebabkan gangguan kondisi pencernaan lainnya seperti sakit perut, gastroesophageal reflux (GERD), dan  sindrom iritasi usus besar (IBS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif