Berikut ini adalah cara untuk mengetahui bagaimana sebaiknya orang tua membicarakan masalah-masalah anak di sekolah. (Foto: Ben White/Unsplash.com)
Berikut ini adalah cara untuk mengetahui bagaimana sebaiknya orang tua membicarakan masalah-masalah anak di sekolah. (Foto: Ben White/Unsplash.com)

Apa yang Harus Anda Lakukan jika Anak Bermasalah di Sekolah

Rona perkembangan anak
Raka Lestari • 01 Februari 2018 09:00
Jakarta: Terkadang sulit untuk menentukan apa yang harus dilakukan jika anak Anda bermasalah di sekolah. Bahkan mencari waktu yang tepat untuk memulai percakapan agar Anda bisa mengetahui masalah anak Anda pun membutuhkan perjuangan.
 
Berikut ini adalah cara untuk mengetahui bagaimana sebaiknya orang tua membicarakan masalah-masalah anak di sekolah entah itu masalah pertemanan, akademis, atau hal-hal lainnya menurut Huffingtonpost.com.
 
1. Menjaga komunikasi
Penting bagi orangtua untuk menjaga hubungan dengan guru dari anak mereka sehingga kedua belah pihak dapat menentukan mengapa sang anak tersebut mungkin mengalami masa-masa sulit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sering kali orangtua mungkin tidak tahu apa yang terjadi di sekolah dan guru mungkin tidak tahu apa yang terjadi di rumah karena sering kali anak tidak mau menceritakan apa yang terjadi," kata Emily Garcia, mantan guru dan pendiri situs Education to the Core.
 
Apa yang Harus Anda Lakukan jika Anak Bermasalah di Sekolah
(Pada bulan Oktober 2016, American Academy of Pediatrics menyarankan anak-anak berusia 2-5 tahun sebaiknya dibatasi hanya boleh menonton selama satu jam tayangan berkualitas per harinya. Foto: Annie Spratt/Unsplash.com)

 
(Baca juga: Mempersiapkan Mental Anak Sebelum Sekolah)
 
2. Pikirkan apa yang terjadi di rumah
Garcia menyarankan agar memperhatikan berapa banyak waktu menonton anak-anak Anda. "Anak-anak yang memiliki waktu menonton terbatas lebih kreatif, mereka adalah pemecah masalah yang lebih baik, dan mereka memiliki stamina untuk tetap fokus."
 
Pada bulan Oktober 2016, American Academy of Pediatrics menyarankan anak-anak berusia 2-5 tahun sebaiknya dibatasi hanya boleh menonton selama satu jam tayangan berkualitas per harinya.
 
3. Bersifat realistis
José Vilson, seorang guru matematika di New York menyarankan orangtua untuk memahami anak-anaknya. Pikirkanlah mengenai apa yang mereka alami selama di sekolah agar tidak menuntut anak-anak berlebihan.
 
Garcia juga mengatakan bahwa Anak-anak berkembang dengan tingkat yang berbeda, dan sangat penting untuk menerima setiap keinginan dan kemampuan belajar mereka. "Setiap anak akan berkembang pada waktu yang berbeda, dan hal itu tidak apa-apa." katanya.
 

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif