Ilustrasi--  Nada tangisan bayi berusia empat bulan mungkin merupakan prediktor--Pixabay
Ilustrasi-- Nada tangisan bayi berusia empat bulan mungkin merupakan prediktor--Pixabay

Tangisan Bayi dapat Memprediksi Suara Anak Kelak

Rona bayi
Anda Nurlaila • 09 Juli 2019 14:08
Nada suara bayi ternyata dapat memprediksi suara anak kelak. Ilmuwan menemukan bahwa nada suara bayi pada usia dua hingga lima bulan dapat meramalkan nada suara mereka pada usia lima tahun. 
 

Jakarta:
Saat mempersiapkan kelahiran anak, banyak orangtua mulai mencari petunjuk bagaimana anak mereka akan berkembang. Tahapan perkembangan anak mulai dari lahir, bayi, balita, anak pra sekolah hingga menjadi remaja dan dewasa.
 
Dilansir dari parents, ayah dan bunda dapat mengetahui bagaimana suara bayi saat mereka tumbuh besar. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Biology Letters menyimpulkan nada tangisan bayi berusia empat bulan mungkin merupakan prediktor, yang sangat penting dan susbtansial dari nada bicara mereka pada usia lima tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama melakukan penelitian ini, sebuah tim yang terdiri dari lima peneliti bioakustik merekam suara 15 anak-anak Prancis. Mereka terdiri dari enam bayi perempuan dan sembilan bayi laki-laki usia empat hingga lima tahun. Ilmuwan merekam dan mencatat tangisan ketidaknyamanan ringan sejak bayi berusia dua hingga lima bulan.
Tangisan Bayi dapat Memprediksi Suara Anak Kelak
Ilustrasi--Foto: Pixabay.com
 
Ada beberapa temua yang dalam studi ini. Pertama mereka mengonfirmasi temuan dari penelitian sebelumnya bahwa tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam nada tangisan bayi atau anak-anak praremaja. Suara manusia yang berbeda hanya berlaku untuk suara manusia dewasa.
 
Ilmuwan menemukan bahwa nada suara bayi pada usia dua hingga lima bulan dapat meramalkan nada suara mereka pada usia lima tahun.  Namun studi ini hanya studi kecil. Sehingga diperlukan studi lebih luas untuk membuat kesimpulan suara saat bayi memengaruhi suara seseorang saat lebih besar.
 
Asisten profesor antropologi di Boston University Carolyn Hodges yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengomentari penelitian tersebut. Hodges dengan  penelitiannya menemukan bahwa nada suara seseorang memengaruhi kesan kita tentang dominasi fisik dan sosial seseorang. Nada suara juga berkaitan dengan daya tarik dan kepercayaan. "Perbedaan individu dalam nada suara mungkin berasal dari tahap sangat awal pertumbuhan," katanya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif