.Ilustrasi-- (Foto:Lifehack)
.Ilustrasi-- (Foto:Lifehack)

Siklus Kekerasan

Rona gaya psikologi
Kumara Anggita • 31 Oktober 2019 06:04
Jakarta: Kekerasan yang terjadi berulang memiliki siklus yang sama di setiap orang. Akan ada masa menderita, tapi di sisi lain ada masa bahagia.
 
Hal ini membuat Anda bingung dan berada dalam situasi yang 'beracun'. Bila Anda tidak segera menyadarinya dan melakukan perubahan, cepat atau lambat Anda akan kehilangan diri Anda.
 
Berikut siklus kekerasan yang dilansir dari Psychology Today.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fase 1: Membangun ketegangan
Biasanya ada ketegangan di dalam hubungan dan setelah itu berlanjut ke pertengkaran.
 
Fase 2: Ledakan
Ledakan terjadi karena pertengkaran dan akhirnya, pelaku kekerasan melakukan serangan. Ini bisa serangan secara fisik atau emosional.
 
Fase 3: Bulan Madu
Pelaku meminta maaf atas perilakunya. Dia akan melakukan berbagai cara untuk merebut hati Anda kembali misalnya drnyan membeli hadiah atau bunga.
 
Siklus kekerasan tidak akan berakhir sampai satu pasangan meninggalkan atau mencari pengobatan.
 
Ada lima beberapa hal yang biasanya dilakukan oleh pelaku kekerasan. Dan biasanya mereka mulai dengan sesuatu yang tidak terlihat pertama dan menjadi lebih jelas ketika hubungan tetap berlanjut.
 
Lima Jenis Kekerasan
 
- Emosional yaitu dengan  bermain dengan  pikiran
 
- Verbal, menggunakan kata-kata untuk menyakiti Anda
 
- Teknologi, Melacak Anda dengan GPS, sabotase sosila media
 
- Seksual, memaksa seks saat pasangan tertidur atau memaksa saat korban tidak menginginkannya
 
- Fisik, merusakan fisik seperti meninju, menjambak, menampar, dan bahkan membunuh
 
Ada pula beberapa tanda dan perilaku yang jelas. Berikut ini beberapa di antaranya:
 
Profil Pelaku
 
Cemburu
Terus-menerus menanyai pasangan tentang keberadaannya, cemburu pada orang lain yang menghabiskan waktu dengan Anda. Cemburu bila Anda Anda melakukan sesuatu tanpa melibatkannya.
 
Perilaku mengontrol
Pelaku suka mengarahkan setiap gerak-gerik korban. Alhasil, korban tidak bisa mendapatkan pekerjaan, meninggalkan rumah, atau bahkan mandi tanpa izin.
 
Isolasi
Pelaku membuat pasangan menjauh dari keluarga dan teman-teman sehingga dia bergantung padanya seutuhnya. 
 
Di luar dia begitu menawan
Mereka biasanya adalah sosok yang pintar dan sangat menawan. Sebagian besar dari pria ini memiliki kepribadian yang menarik, dia mempesona, menipu dan memanipulasi. Ketika seorang korban melaporkan serangan, orang-orang tidak mudah dipercaya. Orang-orang biasanya berkata: “Itu bukanlah dia, dia sangat baik" "Kamu sangat beruntung"
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif