Andy Campos Cosme, dalam salah satu tampilannya di La Perle by Dragone. (Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)
Andy Campos Cosme, dalam salah satu tampilannya di La Perle by Dragone. (Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

Atraksi di Luar Nalar

Rona kisah
Yatin Suleha, Dhaifurrakhman Abas • 19 Februari 2019 17:04
Jakarta: Napas lelaki muda itu tersengal-sengal usai melakukan aksi di luar nalar. Melompat dari tali setinggi puluhan meter lalu memasuki air, kemudian bergerak lincah ke sana kemari sambil memeragakan gerakan salto.
 
Bukan sekali. Namun gerakan itu dia lakukan secara bertubi-tubi. Sebelum akhirnya aksi itu ia tuntaskan dengan gerakan split, hingga kedua kakinya menyentuh lantai dengan sempurna.
 
“Bagus, berhasil!” katanya sambil menengok ke arah kakinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai itu, kedua tangan beserta dagunya buru-buru dia angkat tinggi ke arah atas. Disusul tatapan ramah beserta senyum lebar ia tebarkan ke arah ribuan penonton yang hadir menyaksikan atraksi tersebut.
 
Namun bukannya heboh, suasana justru tetiba sunyi. Para penonton yang hadir tampak terperangah. Terheran-heran sampai tak ada satupun suara yang terdengar.
 
Seorang perempuan tua bahkan sampai tak sadar telah menjatuhkan popcorn seharga 20 Dirham yang dia beli dalam antrean panjang sejak siang tadi. Ya, apalagi kalau bukan karena gilanya itu atraksi.
 
“Woaaah! Magnificent!” ujar si perempuan tua, disusul gemuruh tepuk tangan ribuan penonton yang ikut menggemakan ruangan.
 
Atraksi di Luar Nalar
(Salah satu pertunjukan Andy di La Perle, Dubai. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)
 

Sirkus ala Dubai


Itulah akhir dari episode La Perle by Dragone. Sebuah pertunjukan sirkus yang diperagakan di 260 Sheikh Zayed Road, Al Habtoor City, Dubai. Setiap kali mengadakan panggung, La Perle by Dragone akan berlangsung selama satu setengah jam penuh.
 
Selama itu pula para penonton diajak buat menyaksikan adegan seni akting, tari, permainan laser, panggung aquatik, stunt aerial, serta atraksi akrobatik yang ciamik.
 
Ini bukanlah pertunjukan sirkus yang biasa-biasa saja. Melainkan pertunjukan seni yang diperagakan oleh 60 cast artis paling berbakat, yang dipilih langsung dari 23 negara di dunia.
 
Termasuk salah satunya Andy Campos Cosme. Lelaki 27 tahun asal Cuba, yang tadi sempat bikin panggung jadi bising karena aksi gilanya.
 
Melakukan gerakan salto yang bertubi-tubi, hingga apik memainkan perannya sambil meliuk-liukkan badan di panggung yang dipenuhi air.
 
Beruntung, baru-baru ini, tim Medcom.id berkesempatan berbincang dengan Andy.
 
Di sela kesibukannya, pria bertubuh kekar itu menyambut sapaan kami. Lalu mengajak kami berbincang panjang lebar soal kehidupannya dari mengawali karier hingga menjadi seniman sirkus yang dielu-elukan tiap kali manggung.
 
"Hai, panggil saja Andy," sapanya ramah.
 
Atraksi di Luar Nalar
(Andy berlatih setiap hari di dalam gym yang tersedia dalam La Perle. Foto: Dok. Instagram Andy Campos Cosme/@andycircus)
 

Mengawali karier


Meski masih terbilang muda, Andy banyak bercerita ketika kami tanyakan soal asam-garam dunia hiburan. Mulai dari seni teater yang pernah ia ikuti, hingga sirkus yang tengah ditekuni.
 
Katanya, mempertahankan eksistensi di dunia hiburan ini amat berat. Lawannya banyak. Dari pelbagai negara di belahan dunia. Andy sendiri termasuk yang beruntung. Sebab passion sudah dia temukan saat masih berusia belia.
 
Waktu masih bocah dulu, Andy sudah mulai jatuh hati pada hal-hal yang bikin adrenalin terpacu. Bahkan saking cintanya, saat umur lima tahun, dia sudah berani minta restu orang tua agar dapat bergabung ke dalam kelompok olahraga yang bikin jantung terpompa kencang.
 
Namun dari sekian banyak pilihan, dia memutuskan buat bergabung dahulu ke dalam klub gimnastik. Bisa dibilang, gimnastik merupakan langkah awal yang menentukan masa depannya kelak.
 
Ada tiang-tiang tinggi yang menjulang di atas langit-langit. Pula besi bundar dan trampolin yang semuanya bikin tubuh melawan gravitasi. Begitu kesannya saat pertama kali mengecek lokasi tempat olahraga gimnastik.
 
“Ini yang saya cari-cari. Bisa bikin badan terjungkal-terjungkal dan melayang ke sana-sini,” ujar lelaki asal Cuba ini.
 
Bukannya menghindar, Andy yang kala itu belum genap berusia lima tahun malah makin jatuh hati. Selama bertahun-tahun dia tekuni olahraga itu sampai khatam. Bahkan saking rutinnya dia berlatih, sampai-sampai tak ada lagi gerakan baru yang bisa dia pelajari.  
 
(Baca juga: Setiap Kota Punya Cerita, Dubai Punya La Perle yang Siap Membius Anda)
 

Atraksi di Luar Nalar
(Andy menjalani karier yang menjadi passionnya. Foto: Dok. Instagram Andy Campos Cosme/@andycircus)
 

Terjun ke sirkus


Saat beranjak usia 17 tahun, Andy lambat-laun mulai merasa bosan dengan latihan gerakan gimnastik yang itu-itu saja. Singkat kata, semua wahana dan atraksi yang ada sudah tak lagi bisa bikin detak jantungnya berdebar kencang.  
 
Mahfum, gejolak masa muda ingin dengan segala sesuatu yang baru. Barulah dari perasaan jenuh itu, dia coba sesekali memberanikan diri buat mengikuti ajang sirkus kecil-kecilan. Kebetulan sering diadakan dekat tanah kelahirannya.
 
Meski sempat dilarang, tapi dia tetap memberanikan diri mengikuti ajang sirkus. Lagipula tak ada salahnya mengikuti sirkus. Toh, alat yang ada di panggung sirkus tak jauh berbeda dengan yang ada di tempat latihan gimnastik. Seperti trampolin, pula serangkaian besi yang sudah biasa jadi tempat gelantungan.
 
Bedanya, alat-alat tadi diisi dengan beragam pernak-pernik unik. Ada bara api yang siap melahap tubuh, panggung berwarna-warni. Hingga penonton yang tak lagi hanya memuji, tetapi siap mencaci-maki kalau terjadi kesalahan gerakan atau teknis pertunjukan.
 
"Saya tahu ini berbahaya. Tapi di satu sisi, saya juga sangat menyukai apapun yang membahayakan dan sulit dilakukan oleh orang banyak," ujarnya.
 
Pernah suatu ketika dia terjatuh dari ketinggian ketika melakukan atraksi sirkus. Kakinya keseleo, sementara matanya bengkak-bengkak karena terbentur ke tanah. Untungnya kecelakaan itu tak begitu parah.
 
“Enggak sampai operasi, kok,” katanya cekikikan.
 
Atraksi di Luar Nalar
(Sejak kecil Andy sudah mulai jatuh hati pada hal-hal yang bikin adrenalin terpacu. Salah satunya gimnastik. Dan ia buktikan dengan beragam penghargaan yang ia menangi sejak ia kecil. Foto: Dok. Instagram Andy Campos Cosme/@andycircus)


Mulus bergabung


Rupanya karier Andy di dunia sirkus kian mentereng. Buktinya, baru beberapa bulan ikut sirkus kecil-kecilan, ia langsung dihubungi seseorang buat ikut ajang yang lebih besar.
 
Kebetulan, saat itu di Cuba sedang diadakan festival sirkus berskala internasional. Sebuah festival yang dielu-elukan para seniman sirkus amatiran buat berkarier di sana, setidaknya sekali dalam hidupnya.
 
"Namanya Festival International Circuba," ujar lelaki yang juga nyambi jadi model ini.
 
Andy yang memang terampil ketika berlaga langsung mendapatkan jalan mulus. Dengan mudah dia mendapatkan restu dari bosnya buat bergabung di sana. Lalu dia langsung tancap gas ke lokasi tujuan buat mengumpulkan informasi.
 
“Saya harus melewati serangkaian audisi yang keras, sebelum bergabung di sini,” kenangnya.
 
Untung Andy sejak dulu terkenal selalu mengupayakan apapun agar berjalan dengan sempurna. Baik di klub gimnastik, maupun di panggung sirkus kecil-kecilan tempat dia bekerja. Walhasil serangkaian audisi dia sikat semua sampai tuntas.
 
Hingga audisi itu berakhir, hanya Andy beserta sedikit peserta audisi yang tersisa. Mereka lalu menerima sebuah lembaran kertas beserta sebuah pena berwarna hitam. Betapa kagetnya ketika ia diminta buat mencoret selembaran kertas itu dengan paraf.   
 
Ternyata merupakan lembar kontrak kerja. "Ya, itu, mungkin salah satu pengalaman tak terlupakan," ujarnya malu-malu.


Atraksi di Luar Nalar

(Andy berpose bersama pesakbola terkenal Ronaldinho selepas pertunjukan yang ia lakukan. Foto: Dok. Instagram Andy Campos Cosme/@andycircus)


Kehidupan baru


Kehidupan Andy mulai terasa berbeda sejak bergabung dengan Festival International Circuba. Di sekelilingnya kini bukan lagi pemain sirkus amatiran. Justru sekarang merupakan orang-orang terpilih yang punya kemampuan di atas rata-rata. Selain itu, rekan kerjanya juga berasal dari berbagai belahan dunia.
 
Tapi Andy tetaplah Andy yang dulu. Lelaki muda yang penuh semangat pula ambisi. Semakin jago lawan mainnya, semakin menjadi-jadi keinginannya agar selalu menjadi yang terdepan.
 
“Karena saya merupakan orang yang suka mengimprovisasi diri dan suka tantangan,” sambungnya.
 
Selama setahun dia bekerja untuk Festival International Circuba di sana dia mulai merasakan nuansa baru.
 
Merantau ke kota-kota orang buat melakukan atraksi sirkus. Bahkan pernah mendapat kunjungan khusus ke Prancis, Inggris dan Venezuela hanya untuk mendalami pelatihan sirkus.
 
Tapi dia bukan orang yang hanya berdiam diri dan mengikuti aturan. Dalam beberapa kesempatan, di tengah sesi latihan, Andy mencoba-coba untuk mengisi panggung jika agenda sirkus di negara-negara tersebut membutuhkan anggota dadakan.
 
Misalnya saja saat melipir ke komunitas sirkus Le Plus Cabaret Du Monde dan Circus Gandey. Dia segera dibutuhkan jadi peran pengganti karena pemainnya kurang.
 
“Namanya juga anak muda, masih bangor," kenang dia.
 
Atraksi di Luar Nalar
(Andy bersama sang maestro, Franco Dragone. Sang sutradara teater keturunan Italia dan Belgia di balik pertunjukan grande La Perle by Dragone. Foto: Dok. Instagram Andy Campos Cosme/@andycircus)
 
Sejak saat itu pula, kemampuan Andy di dunia sirkus mulai diperhitungan. Aksi bangor justru bikin namanya makin terkenal. Hingga teranyar, dia mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti audisi buat bergabung di La Perle pada 2016.
 
La Perle sebuah komunitas yang boleh dikata, paling bergengsi di dunia. Soalnya seni hiburan yang ditawarkan bukan hanya sirkus saja. Dipadukan dengan seni teater, tarian, hingga desain panggung khusus yang penuh warna.
 
La perle dibentuk oleh sang maestro, Franco Dragone. Seorang produser teater yang tenar dengan adegan politik protes terhadap pemerintah yang karut-marut. Skenarionya pun disajikan secara eksplisit, bikin kuping petahana panas.
 
Panggung hiburan La Perle juga terkenal bikin mata pengunjung terpukau. Sebabnya desain ruang dan pencahayaan dibuat secara built-in dalam struktur bangunan yang luas. Bahkan banyak penonton tercengang melihat hasil screen projection yang ternyata tak hanya terlukis 3D di depan, tapi juga tampak pada lantai dan kursi Anda.
 
Belum lagi kalau bicara soal settingan audio La Perle. Panggung disempurnakan dengan speaker yang terbenam di balik kursi-kursi penonton, di atas, dan di sekeliling tembok teater, membahana.
 
"Ya, beginilah pengalaman saya. Kalau perlu menjadi gila untuk meraih mimpimu," pungkas Andy menutup perbincangan.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif