Remaja perempuan kerap kali bertemu dengan teman sebayanya yang bertingkah seperti tidak menyukainya, tidak menyenangkan. (Ilustrasi/Pexels)
Remaja perempuan kerap kali bertemu dengan teman sebayanya yang bertingkah seperti tidak menyukainya, tidak menyenangkan. (Ilustrasi/Pexels)

Situasi Tidak Menyenangkan bagi Remaja Perempuan dan Solusinya

Rona remaja perkembangan remaja
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Januari 2020 17:10
Jakarta: Remaja perempuan kerap kali bertemu dengan teman sebayanya yang bertingkah seperti tidak menyukainya, tidak menyenangkan. Perilaku dari gadis lain yang populer namun kasar, menyebarkan desas-desus, dan bersikap jahat.
 
Seperti dilansir WebMD, jika Anda telah berusaha untuk berbicara baik-baik kepada mereka tetapi tidak mempan, gunakanlah perantara. Bicaralah dengan kepala sekolah, guru, atau orang tua.
 
Hindari dia atau mereka dan cobalah untuk tidak terlibat masalah. Nongkrong saja dengan teman sejati Anda dan jangan pernah menganggap serius kekecewaan yang tidak menyenangkan dari si gadis jahat itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masalah lainnya, keputusasaan terhadap ukuran payudara sendiri. Setiap gadis memiliki payudara yang terlihat tidak sama ukurannya. Memiliki ukuran payudara yang kecil sering kali membuat para perempuan remaja minder atau tidak percaya diri. 
 
Solusinya, carilah dukungan dari bra yang pas. Jika ada yang membuat Anda merasa tidak nyaman, beri tahu orang tua, kakak, atau guru terpercaya. Selain dua masalah tersebut, berikut masalah lain yang kerap kali dihadai para gadis.
 
1.Terlalu malu untuk bicara
 
Anda tahu jawabannya, tetapi Anda malu berbicara di depan orang lain. Anda cenderung pendiam hingga suling mengungkapkan apa yang Anda pikirkan. Banyak orang takut berbicara di depan umum. 
 
Tetapi, Anda dapat mengatasi ketakutan itu. Percayalah bahwa Anda memiliki hal-hal baik untuk dikatakan dan dorong diri Anda untuk berbicara. Ketika merasa yakin, seharusnya semakin mudah untuk Anda berlatih.
 
2. Membenci hidung
 
Anda memiliki hidung yang besar atau melengkung dan Anda merasa seperti orang-orang selalu menatap pusat wajah Anda itu. Bahkan karenanya, Anda ingin mendapatkan operasi plastik untuk memperbaiki bentuk hidung Anda.
 
Penanganannya, yakinlah bahwa wajah setiap manusia berubah seiring waktu dengan pubertas masing-masing. Sementara operasi dapat mengubah hidung Anda, keputusan tersebut memiliki risiko. Bahkan setelah operasi, hidung Anda dapat berubah bentuk seiring berjalannya waktu. 
 
Supaya mengurangi risiko terburuk, cobalah berlatih merias wajah. Fondasi yang lebih gelap di setiap sisi hidung dapat membuatnya terlihat lebih kecil. Juga, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda terlalu kritis. Terkadang, kita rindu melihat keindahan yang sudah kita miliki.
 
3. Realita hubungan yang berawal dari media sosial
 
Anda telah mengobrol dengan seseorang di internet yang terlihat baik dan ingin bertemu langsung dengan Anda. Haruskah Anda pergi? Mungkin ada kebimbangan dari dalam diri Anda. 
Untuk menanganinya, jangan dengan mudahnya menemuinya, karena Anda benar-benar tidak tahu siapa dia. Sayangnya, pelaku pembohong yang tersebar secara online awalnya bersikap sangat baik. 
 
Maka, jangan pernah memberikan informasi pribadi kepada orang lain yang tak Anda kenal dengan baik. Di antaranya, alamat, nomor telepon, atau nama asli Anda. Begitu pula untuk setuju bertemu siapa pun secara langsung yang asal usulnya tak Anda ketahui.
 
Jika ada yang bertindak menyeramkan dengan Anda atau tidak mau menerima jawaban tidka dari Anda, berhentilah berkomunikasi dengannya. Selanjutnya, segera beri tahu orang tua Anda tentang kejadian yang Anda alami tersebut.
 
4. Bau mulut
 
Teman baik Anda memberi tahu Anda bahwa napas Anda bau. Jika mulut Anda sering berbau tidak sedap, Anda mungkin tidak menyikat dan membersihkan gigi dengan baik. Atau bisa jadi apa yang Anda makan saat makan siang. 
 
Solusinya, bawalah selalu sikat gigi dalam tas Anda. Jangan lupa unutk menyikat gigi dua kali sehari, termasuk pada bagian lidah Anda. Kemudian, cobalah permen mint atau permen karet tanpa gula. 
 
Lakukan uji coba dengan menjilati punggung tangan Anda dan menghirupnya setelah air liur yang menempel itu mengering. Jika tidak juga membantu, segera kunjungi dokter umum atau dokter gigi.
 
5. Tekanan orang tua
 
Orang tua Anda mengharapkan Anda melakukan semuanya dengan sempurna. Contohnya, mendapatkan nilai A, bergabung dengan tim inti dalam organisasi di universitas, mahir bermain musik, atau bahkan memiliki pekerjaan paruh waktu. 
 
Jika Anda tenggelam dalam harapan mereka atau merasa putus asa, coba tenangkan pikiran Anda. Apabila Anda sering merasa stres atau cemas, beri tahu orang tua Anda bahwa Anda perlu istirahat. 
 
Pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk tidur, makan, dan bergaul dengan teman-teman Anda. Jika tekanan yang Anda terima terasa terlalu banyak, segera hubungi konselor atau psikolog.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif