Kata Psikolog Soal Pernikahan Anak SMP
(Foto: Shutterstock)
Bantaeng: Keinginan menikah dua siswa SMP asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mendapat perhatian dari warganet. Calon pengantin pria diketahui berusia 15 tahun 10 bulan. Sementara, calon pengantin perempuan 14 tahun 9 bulan. 

Keinginan mereka sempat ditolak oleh penghulu dan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. 

Ditinjau dari segi psikologis, psikolog Efnie Indrianie, M.Psi menyayangkan terjadinya pernikahan di bawah umur. Sebab, keduanya masih sangat dini dari segi usia. Apalagi, calon pengantin perempuan dikenal berprestasi di sekolahnya. 


"Usia keduanya berada dalam kategori adolescence, di mana pada masa ini kerap membuat keputusan yang berbasis emosi sesaat," kata Efnie saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 17 April 2018.

Pada usia ini, lanjut Efnie, ciri khas yang cukup menonjol pada usia ini adalah jika memiliki keinginan maka harus dituruti.

"Yang dikhawatirkan, keinginan menikahnya itu juga hanya emosi sesaat," tambah dosen Psikologi di Universitas Kristen Maranatha, Bandung ini. 

Efnie melanjutkan, masa remaja memiliki dorongan yang besar untuk mengeksplorasi banyak hal baru, termasuk ingin lebih banyak mengenal lawan jenis yang berbeda. Sementara jika seseorang memutuskan menikah, itu artinya kita sudah setuju untuk terikat komitmen dan tanggung jawab yang harus dipenuhi.

"Awal pernikahan mungkin akan terlihat indah dan menyenangkan, tetapi secara mental apa sudah siap untuk memenuhi tanggung jawab dan komitmen pernikahan?" 

Efnie pun berharap pendampingan pernikahan mereka terus dilakukan secara berkelanjutan agar konsisten dengan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Sebab, pada fase ini, emosi terkadang belum sepenuhnya mampu dikendalikan sehingga bisa memicu pertengkaran.

"Melalui pendampingan, semoga mereka bisa lebih terbantu dalam melewati adaptasi pernikahannya," ujarnya.

Lihat video:





(DEV)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id