Stres pada masa kehamilan juga berkaitan dengan kemampuan bayi pada lima tahun pertama kehidupannya. (Foto: Pexels)
Stres pada masa kehamilan juga berkaitan dengan kemampuan bayi pada lima tahun pertama kehidupannya. (Foto: Pexels)

Hubungan antara Stres dengan Kehamilan

Rona kehamilan stres
Raka Lestari • 19 Juni 2020 09:49
Jakarta: Salah satu hal yang mungkin dirasakan oleh ibu hamil adalah stres. Perubahan hormon yang cukup signifikan bisa menjadi salah satu penyebab stres yang dialami oleh mereka. Dan sayangnya, stres juga bisa memengaruhi kondisi bayi yang sedang berada dalam kandungan.
 
“Ketika mengalami stres, hipotalamus dan kelenjar hipofisis serta adrenal memodifikasi produksi hormon seperti adrenalin dan kortisol. Respons stres yang berkepanjangan dapat berdampak pada tubuh Anda,” kata Dr Sourav Sengupta, asisten profesor psikiatri dan pediatri di University of Buffalo.
 
Stres pada masa kehamilan juga dikaitkan dengan kelahiran prematur dan pre-eklampsia pada ibu. Selain itu, menurut Dr Subhashini Ladella, stres pada masa kehamilan juga berkaitan dengan kemampuan bayi pada lima tahun pertama kehidupannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Stres terkait dengan apa pun yang terjadi sebelum atau selama kehamilan dapat dikaitkan dengan hasil yang merugikan," kata Ladella, yang juga seorang associate professor dan ketua divisi pengobatan ibu hamil di University of California San Francisco.
 
“Tetapi hubungan antara keguguran dan stres masih belum bisa dibuktikan secara pasti, karena ada banyak alasan mengapa kelahiran prematur bisa terjadi dan beberapa kasus tidak ada hubungannya dengan stres,” ujar Ladella.
 
Khususnya pada trimester pertama, keguguran bisa disebabkan oleh apa saja. Bisa dari infeksi, perubahan hormon, hingga kelainan imunologis, kromosom, atau fisiologis pada janin atau ibu.
 
Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa stres dapat memengaruhi bayi yang belum lahir, sejak mereka dilahirkan sampai dewasa. Dan pada 1.000 tahun pertama kehidupan bayi, stres pada masa kehamilan dapat memengaruhi perkembangan anak.
 
"Meskipun memang peristiwa ini biasanya melibatkan kerawanan pangan atau tingkat traumatis pada bayi," kata Dr Tessa (TJ) Roseboom, seorang profesor perkembangan awal dan kesehatan di fakultas kedokteran Universitas Amsterdam.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif