Monik (di tengah) saat berada di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. (Foto: Dok. Monik Erik Gurning)
Monik (di tengah) saat berada di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. (Foto: Dok. Monik Erik Gurning)

Semangat Monik Menjaga Perbatasan RI dan Malaysia

Rona kisah
Kumara Anggita • 15 April 2019 20:12
Monik Erik Gurning bekerja sebagai petugas aparatur sipil negara yang berada di lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Pontianak-bagian dari Kemenkes RI. Berbatasan dengan wilayah Serikin, Malaysia. Hidupnya yang sederhana serta dikelilingi hutan sekaligus sinyal telepon genggam yang sulit, tak membuatnya patah semangat.
 

 
Jakarta:
Waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Video call dari Monik Erik Gurning terlihat remang-remang. Nyaris gelap tanpa penerangan. "Ini saya naik ini mba, ke atap (rumah) untuk cari sinyal," sahutan suara sambil terputus-putus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak lama kemudian tertulis, "Poor Connection" di layar kaca. Begitulah wawancara dengan Monik (panggilan akrabnya) sebagai penjaga kesehatan di perbatasan Indonesia, tepatnya Jagoi Babang, Kalimantan Barat dengan Serikin, yang merupakan kota kecil Bidayuh di Divisi Kuching, Sarawak, Malaysia. Koneksi tidak terlalu baik di hutan.
 
Monik merupakan aparatur sipil negara yang berada di lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Pontianak-bagian dari Kemenkes RI. Bisa dibilang usianya yang sudah tidak muda lagi (45 tahun). Namun, integritas dan pengabdiannya pada NKRI tidak diragukan.
 
Semangat Monik Menjaga Perbatasan RI dan Malaysia
(Monik tanpa takut dan ragu bersama TNI memeriksa perbatasan hingga ke dalam hutan. Foto: Dok. Monik Erik Gurning)

Tugas KKP

Seperti yang tertuang dalam laman Depkes.go.id, tugas dan fungsi KKP adalah mencegah masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah (melalui kegiatan surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan).
 
Monik dan timnya harus terus menjaga teritori Indonesia dari berbagai ancaman penyakit dengan cara yang beragam, pagi, siang, sore, malam tergantung situasi. Tak tentu waktu.
 
"Kami melakukan pengawasan dan pemantauan. Jangan sampai penyakit di luar negeri dibawa masuk ke Indonesia. Begitu juga sebaliknya,” tuturnya pada Medcom.id.
 
Monik dan timnya memeriksa pelintas baik itu alat angkutnya, orangnya, maupun barang-barang bawaannya.
 
"Tugas pokok, melaksanakan pencegahan dan pengendalian masuk atau keluarnya penyakit atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan atau wabah di masyarakat," tambah istri dari Alexander Hasiholan Haloho ini dengan tegas.
 
(Baca juga: Pejuang Kesehatan di Perbatasan Indonesia-Malaysia)
 
Semangat Monik Menjaga Perbatasan RI dan Malaysia
(Memeriksa jenazah yang sampai di perbatasan juga merupakan salah satu bagian dari tugas Monik. Foto: Dok. Monik Erik Gurning)

Menangani jenazah

Salah satu tugas yang menantang kala ia harus berhadapan dengan sekujur tubuh kaku, jenazah. Tak boleh ada rasa takut sedikitpun, ia harus berani karena ini merupakan bagian tugas yang harus ia laksanakan.
 
"Untuk penaganan jenazah ini wilayah Jagoi Babang, kami berkoordinasi dengan beberapa pihak, salah satunya bea cukai untuk mengambil tindakan dan membuka peti serta memeriksanya," ucap ibu dari Lucyana Angelika (13 tahun) ini.
 
Modal yang dimiliki Monik dan timnya dalam pemeriksaan jenazah hanyalah masker dan sarung tangan. Dia berharap agar pemerintah segera memberikan kelengkapan peralatan untuk memudahkan pemeriksaan.
 
“Kita pakai alat perlindungan diri yaitu masker dan sarung tangan,” tuturnya.
 
Tidak hanya itu, dalam bekerja Monik juga kerap kali mendapat godaan. Namun, dia tidak pernah mau berkhianat pada negaranya. Dia akan bekerja dengan integritas yang tinggi.
 
“Saya pernah mengalami yang bawa jenazah itu sengaja untuk memancing saya ke tempat yang jauh. Rupanya dia mau sodorkan uang tapi saya berprinsip saya bekerja sudah digaji, kalaupun saya mau cari tambahan saya bisa cari dari lain bukan dari suap semacam ini. Kalau saya disuap saya tidak bisa menjalankan pekerjaan dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
 
Semangat Monik Menjaga Perbatasan RI dan Malaysia
(Monik saat menghadiri undangan penutupan patroli gabungan Satgas Pamtas RI/Malaysia di Jagoi Babang. Foto: Dok. Monik Erik Gurning)

Pekerjaan ini adalah jalan dari Tuhan

Menjadi Pegawai Negeri Sipil bukanlah cita-cita Monik. Sebelumnya, berdasarkan pengamatan dia sebagai anak dari Pegawai Negeri Sipil, dia beranggapan bahwa penghasilan yang diterima dari sini tidaklah besar. Monik memiliki cita-cita lain.
 
“Saya punya cita-cita waktu kecil. Saat di Sekolah Menengah Atas, saya sudah pastikan saya ingin bekerja sebagai Komando Wanita Angkatan Darat yang kedua saya ingin tekuni dan sukses di bidang musik tapi jalan hidup bicara lain dan kenyataaanya saya bekerja di KKP,” tuturnya.
 
Namun dia percaya bahwa saran orang tua adalah yang terbaik. Oleh karena itu dia kemudian masuk ke keperawatan kemudian melanjutkan ke kebidanan dan mendaftar PNS dan diterima. Dia tidak menyesali perjalanan indahnya ini, dia percaya bahwa ini adalah rencana Tuhan yang terbaik.
 
“Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan menghabiskan sisa hidup saya di sudut terluar Indonesia. Jalan hidup membawa saya ke sini dan saya terima,” tuturnya.
 
Dia tetap menjalankan kecintaanya terhadap musik dengan memberikan pelayanan di Gereja.
 
“Selain kegiatan itu, saya juga aktif ngajarin anak-anak di gereja remaja dalam kegiatan paduan suara,” tuturnya.
 
Semangat Monik Menjaga Perbatasan RI dan Malaysia
(Bersama keluarga kecil Monik. Foto: Dok. Monik Erik Gurning)

Pekerjaan penuh tantangan

Selain bekerja Monik juga memiliki keluarga. Bunlahlah hal mudah untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Keseharian, Monik hanya tidur empat jam.
 
“Keseharian saya tiada hari tanpa bekerja, sampai suami saya heran kalau saya empat jam cukup tidur apalagi kalau sudah di rumah. Saya harus kejar target selesai di rumah,” tuturnya.
 
Tidak hanya itu, ketika sudah kembali ke rumah, Monik sering diminta kembali ke kantor dalam waktu yang tak terduga. Walaupun itu adalah waktu berkumpul dengan keluarganya, Monik tetap harus kembali dan melaksanakan tugas.
 
“Saat saya baru pulang. Subuhnya atau tengah malam ada telepon dari kantor yang lagi piket. Ada jenazah. Kadang kita nego karena petugasnya sedang pulang. Jam lima subuh saya langsung turun ke tempat tugas,” tuturnya.
 
Dia mengatakan bahwa suaminya selalu mendukung pekerjaannya. Suaminya tidak mempermasalahkan bila dia memiliki urusan yang berkaitan dengan pekerjaan.
 
Pernah suatu saat Monik mengalami patah tulang akibat tak bersabar ingin pulang. Banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan Monik sepulangnya dari kantor karena Monik tak ingin melibatkan pembantu.
 
Semangat Monik Menjaga Perbatasan RI dan Malaysia
(Menjalan tugas dengan integritas yang tinggi bersama TNI di perbatasan RI dengan Malaysia. Foto: Dok. Monik Erik Gurning)
 
“Pada saat itu memang sudah waktunya saya pulang, biasanya Jumat sore. Tapi pada saat itu tahun 2015, hujan dan langit mendung pekat tapi saya paksakan untuk pulang karena memang kewajiban saya pulang karena di rumah banyak kerjaan cucian,” tuturnya sambil terkekeh.
 
Namun aneh, Monik tak betah berlama-lama di rumah. Ia justru malah merasa agak tertekan, karena terbiasa aktif.
 
Setelah berkonsultasi ke dokter dan tukang urut, seminggu istirahat Monik yang begitu mandiri langsung tak bersabar bekerja dengan menggunakan Bus.
 
“Seminggu bagi saya sangat membosankan karena saya hanya berbaring di rumah. Setelah seminggu di rumah, saya minta kerja. Saya pakai bus Damri ke pos, saya bawa tongkat, melaksanakan tugas. Selama dua bulan saya pakai bus itu. Setelah itu saya mencoba pakai motor dengan membawa tongkat,” tutur sambil tersenyum.
 
Semua yang dihadapi Monik bukan menjadi suatu kendala. Ia beranggapan semua tantangan harus dihadapi.
 
“Orang bilang saya kayak kangkung, dilempar di mana saja bisa hidup,” tuturnya. Kunci kesuksesan kerjanya hanya sederhana yaitu, bekerja keras, ikhlas, serta berintegritas.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif