Penggunaan gadget yang berlebihan juga bisa memiliki efek negatif sehingga penting untuk mengetahui kapan waktu yang tepat mengenalkan gadget pada anak. (Ilustrasi/Pexels)
Penggunaan gadget yang berlebihan juga bisa memiliki efek negatif sehingga penting untuk mengetahui kapan waktu yang tepat mengenalkan gadget pada anak. (Ilustrasi/Pexels)

Pada Usia Berapa Anak Dikenalkan Gadget?

Rona anak-anak smartphone perkembangan anak
Raka Lestari • 05 Juni 2020 14:14
Jakarta: Mengenalkan gadget pada anak memang memiliki dampak positif. Mulai dari untuk pembelajaran sampai masalah kehidupan sosial mereka. Akan tetapi, penggunaan gadget yang berlebihan juga bisa memiliki efek negatif sehingga penting untuk mengetahui kapan waktu yang tepat mengenalkan gadget pada anak.
 
“Untuk anak yang memang masih sangat kecil, dalam hal ini di bawah usia 5 tahun tidak disarankan. Hal ini karena pada usia tersebut merupakan masa emas di mana sensor motorik anak sedang tumbuh dan berkembang pesat,” ujar Achsinfina H. Sinta, M.Psi, Konsultan Psikologi, dalam acara Webinar Media Academy, Kamis, 4 Juni 2020.
 
Menurut Sinta, pada usia tersebut penggunaan gadget pada anak sebaiknya jangan terlalu intens. “Hindari gadget sebagai mainan. Jadi gadget untuk anak dapat diberikan saat memasuki usia sekolah yaitu sekitar usia 7 tahun. Dan yang terpenting, tidak boleh berlebihan. Harus ada aturan untuk screen time pada anak,” kata Sinta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Penggunan gadget pada anak tidak boleh berlebihan, tidak boleh lebih dari 8 jam setiap harinya. Di Indonesia itu, berdasarkan riset biasanya pada usia 11 – 12 tahun menggunakan gadget rata-rata sehari bisa lima sampai enam jam,”saran Sinta.
 
Pada anak yang di bawah usia 7 tahun, menurut Sinta terkadang orang tua memberikannya sebagai alat untuk mengalihkan perhatian anak ketika anak rewel. “Terkadang orang tua merasa biar cepat, dikasih saja gadget. Apakah itu bijak? Itu tidak bijak sama sekali karena perkembangan motorik anak jadi tetrganggu,” ujar Sinta.
 
“Perkembangan motorik kasar dan halus pada anak yang seharusnya berkembang, akan terkendala karena anak hanya fokus pada layar gadget saja. Namun apakah perlu sampai dilakukan rehabilitasi? Menurut saya ini mungkin jadi pekerjaan rumah untuk orang tua dan pemerintah. Bahwa kalau anak sudah sampai adiksi gadget, perlu dibantu rehabilitasi,” tutup Sinta.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif