Ariyo Zidni selaku Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia--MedcomSunnaholomi Halakrispen,.
Ariyo Zidni selaku Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia--MedcomSunnaholomi Halakrispen,.

Cara Mengatasi Pertanyaan Anak saat Ibu Mendongeng

Rona gaya ibu dan anak
Sunnaholomi Halakrispen • 02 November 2019 14:04
Jakarta: Mendongeng merupakan salah satu kegiatan yang meningkatkan keakraban antara ibu dan anak. Terkadang, anak akan mengajukan sejumlah pertanyaan selama si ibu mendongeng.
 
"Ketika anak bertanya, hukumnya wajib dijawab. Enggak bisa bilang, nanti ya ibi jawab kalau kamu sudah berumur 20 tahun nanti diceritain," ujar Vera Itabiliana M.Psi, di D.Lab CoHive, Jalan Riau No.1, Gondangdia, Menteng, Jumat, 1 November 2019.
 
Meskipun, anak menanyakan mengenai sex. Ibu harus menjelaskan sex education dengan cara yang tepat. “Boleh bilang, besok ya ibu jawabnya pas kamu pulang sekolah. Jadi kasih waktu yang tepat dan kita harus tepati. Supaya dia enggak cari jawaban di tempat lain," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, agar nantinya si buah hati tidak berpikir bahwa ibunya tidak asyik. Sebab, akan berisiko anak segera mencari tahu sendiri melalui google. Bahayanya, referensi jawaban yang muncul malah tidak sesuai dengan harapan positif ibu.
 
"Paling gampang lagi sih tanya ke dia, menurut kamu bagaimana. Anak juga bisa dilatih untuk berpikir. Ada diskusi," paparnya.
 
Ketika selanjutnya jawaban anak jauh dari kata tepat, teruskan saja berbincang. Cara ini juga bisa dijadikan sebagai pengalihan topik, ketika Anda belum mau menjelaskan sex education.
 
Solusi lainnya, saat anak terus-menerus menanyakan bagaimana cara anak bisa dilahirkan, berikan saja penjelasan secara singkat. Jelaskan bahwa kedua orang tuanya saling menyayangi, jatuh cinta, lalu menikah, dan lahirkan si buah hati.
 
Menurut Ariyo Zidni selaku Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, perhatikan baik-baik gesture anak. Pertimbangkan dahulu usia si anak dan lihat respons baliknya ketika Anda memberikan jawaban awal yang sangat sederhana.
 
"Lalu pertanyaan selanjutnya dari dia apa. Kalau dia antusias, segera jelaskan. Karena lebih baik orang tua sendiri yang menjelaskan ke anak dibandingkan anak mencari tahu sendiri," papar Ariyo.
 
Agar anak tidak memberikan pertanyaan yang lebih kompleks soal hal yang menurut Anda tabu, cobalah mengalihkan fokus si anak dengan memperlihatkan gesture. Mendongenglah dengan lebih ekspresif di kalimat tertentu, bisa juga memancing emosi anak untuk tertawa.
 
"Lebay-in, ekspresif ke bagian cerita, kami saling sayang banget. Jadi untuk jelaskan bagaimana anak lahir, bisa teralihkan dan kita enggak perlu jelasin bagian hal tabu itu," jelasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif