Dikutip dari teen VOGUE, asal mula sepatu hak tinggi dapat ditelusuri kembali ke daerah Persia pada abad ke-15 ketika tentara mengenakannya untuk membantu mengamankan kaki mereka. (Foto: Dok. Pexels.com)
Dikutip dari teen VOGUE, asal mula sepatu hak tinggi dapat ditelusuri kembali ke daerah Persia pada abad ke-15 ketika tentara mengenakannya untuk membantu mengamankan kaki mereka. (Foto: Dok. Pexels.com)

Sejarah Hak Sepatu yang Unik

Rona gaya
Raka Lestari • 24 Juni 2019 19:36
Hak pada sepatu secara mengejutkan bukan datang dari para wanita, tapi dari pria. Pada 1673, Raja Louis XIV memperkenalkan sepatu dengan hak dan sol berwarna merah dan membatasi pemakaian sepatu seperti itu hanya boleh digunakan oleh lingkungan bangsawan. Sikap ini kemudian dilakukan oleh para bangsawan di seluruh Eropa dan menjadi sesuatu yang sanga tren.
 

 
Jakarta: Pada masa sekarang, sepatu hak tinggi seperti stiletto dan wedges sering dikaitkan dengan wanita dan sensualitas, namun pada kenyataannya hal itu mungkin saja tidak seharusnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan selama beberapa dekade, sepatu hak tinggi digunakan oleh para prajurit pria, aristokrat dan bahkan bangsawan di berbagai belahan dunia karena alasan yang sangat spesifik.
 
Sejarah Hak Sepatu yang Unik
(Chopine diucap "shah-pin", adalah sepatu yang populer di beberapa negara Eropa sepanjang abad 15 sampai abad 17. Didesain dengan hak tunggal seperti wedges, tetapi memiliki posisi telapak kaki yang rata. Foto: Courtesy of V&A Search the Collections)

Asal mula sepatu hak tinggi

Dikutip dari teen VOGUE, asal mula sepatu hak tinggi dapat ditelusuri kembali ke daerah Persia pada abad ke-15 ketika tentara mengenakannya untuk membantu mengamankan kaki mereka ketika menggunakan pemijak kaki yang terbuat dari besi atau di sanggurdi.
 
Sanggurdi adalah pijakan kaki terbuat dari besi yang menggantung pada kanan kiri pelana dan berfungsi sebagai pengatur keseimbangan badan penunggang kuda. Para imigran Persia membawa tren sepatu ke Eropa, di mana para aristokrat laki-laki mengenakannya agar terlihat lebih tinggi dan lebih tangguh.
 
Pada 1673, Raja Louis XIV memperkenalkan sepatu dengan hak dan sol berwarna merah dan membatasi pemakaian sepatu seperti itu hanya boleh digunakan oleh lingkungan bangsawan. Sikap ini kemudian dilakukan oleh para bangsawan di seluruh Eropa dan menjadi sesuatu yang sanga tren.
 
Sejarah Hak Sepatu yang Unik
(Sol warna merah yang dulu digunakan oleh Raja Louis XIV hanya boleh digunakan di lingkungan bangsawan. Foto: Courtesy of Metro)
 
Sol warna merah ini mengidentifikasikan superio dan hak istimewa - dan perbuatan tersebut banyak ditiru oleh para Aspiran atau orang yang berambisi besar untuk menuntut suatu hal (pangkat, pengetahuan, dan sebagainya)
 
Alas kaki seperti Chopine dari akhir abad 15 dan awal abad 17 kemudian mulai bertransformasi dan digunakan oleh wanita kelas atas Eropa agar terlihat lebih tinggi menjulang. Dan terkadang, hak sepatu bisa mencapai 54 cm, yang sangat populer di Venesia.
 
Chopine diucap "shah-pin", adalah sepatu yang populer di beberapa negara Eropa sepanjang abad 15 sampai abad 17. Didesain dengan hak tunggal seperti wedges, tetapi memiliki posisi telapak kaki yang rata.
 
Sejarah Hak Sepatu yang Unik
(Produksi besar pertama yang menggunakan proses warna dibuat pada tahun 1939 untuk pembuatan film The Wizard of Oz and Gone with the Wind. Foto: Courtesy of Getty AFP/Staff)

Penggunaan hak tinggi

Penggunaan Chopine tidak terlihat karena tersembunyi di balik rok yang digunakan banyak wanita pada saat itu. Semakin tinggi alas kaki, semakin banyak kain diperlukan untuk gaun itu, maka semakin tinggi pula status sosial seorang wanita.
 
Mungkin perkembangan selanjutnya ada pada technicolor pertama kali diperkenalkan pada tahun 1916 menjadi pemicu sepatu berwarna.  
Produksi besar pertama yang menggunakan proses warna dibuat pada tahun 1939 untuk pembuatan film The Wizard of Oz and Gone with the Wind.  
 
Dalam novel L. Frank Baum, The Wizard of Oz, sepatu Dorothy awalnya berwarna perak tetapi diubah menjadi merah agar film dapat memanfaatkan proses Technicolor baru.
 
Kisah yang berkaitan dengan sepatu yang paling populer dan lama adalah Cinderella. Kisah tersebut mengisahkan seorang gadis yang bersikap rendah hati dan sepatunya yang berhasil mengangkatnya untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi. Dalam kisah itu, ikon protagonis mewakili pentingnya, kekuatan dan keajaiban sepatu.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif