(Foto: Contemporaryfamilies.org)
(Foto: Contemporaryfamilies.org)

Ini yang Dirasakan Anak saat Orang Tua Bercerai

Rona keluarga
Sri Yanti Nainggolan • 30 Juni 2016 15:49
medcom.id, Jakarta: Lagu berjudul Lelaki Kerdus mendapat sorotan dari masyarakat. Seperti diketahui, produksi lagu tersebut melibatkan anak-anak.
 
Dalam video klip yang beredar, tampak seorang bocah bernama Nova Rizqi Romadhon menyanyikan lagu ciptaan Ahmad Sawadi dan diunggah pada 28 Juni 2016. Hingga saat ini, video musik tersebut telah ditonton sebanyak 69.793 kali.
 
Dalam video itu, terdengar Nova melantunkan balada kisruh rumah tangga tentang seorang bapak yang menikah lagi dan meninggalkan keluarga. Tak ketinggalan berbagai umpatan kasar menjadi bagian dari lirik lagi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam konteks ini, pencipta lagu mungkin ingin memberikan gambaran, bahwa perceraian memberi dampak psikologis tersendiri bagi anak-anak. Meski cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut jelas salah.
 
Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S,Psi menjelaskan dampak perceraian orang tua bagi anak-anak.
 
"Ada beragam respons yang ditunjukkan, dan biasanya tidak sekaligus. Reaksi awal bisa kaget dan sedih. Seiring berjalannya waktu, diikuti emosi lain. Pada dasarnya bergantung bagaimana orang tua mengelola perceraian dan memberitahukannya kepada anak-anak," ucap Vera, saat dihubungi Metrotvnews.com.
 
Vera menambahkan, anak biasanya tidak akan kaget dengan perceraian jika sudah terbiasa menyaksikan orang tuanya bertengkar. Namun, bukan berarti mereka tidak trauma atau sedih. Apalagi jika pertengkaran orang tua melibatkan kekerasan fisik.
 
Setiap anak-anak memiliki respons yang berbeda-beda. Jika respons kesedihan terjadi berkepanjangan, hal tersebut akan memengaruhi berbagai aspek kehidupan anak. Misalnya, terjadi penurunan konsentrasi.
 
Itu mengapa, peran orang tua dalam memberi pemahaman sangat dibutuhkan.
 
"Coba jelaskan dengan cara yang halus, misalnya 'Ibu dan ayah sering bertengkar bila serumah. Kami bisa jadi ayah dan ibu yang lebih baik jika tinggal terpisah'. Tak perlu terlalu detail, penjelasan tentunya harus disesuaikan dengan usia anak," ujarnya.
 
Penjelasan sebaiknya diikuti dengan kepastian bahwa semuanya tetap baik-baik saja. Anak-anak butuh kepastian bahwa mereka tetap bisa mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya meski tinggal terpisah.
 
Memberi penjelasan pada anak memang tidak bisa instan. Diperlukan pemulihan bagi anak untuk menghadapi masalah pasca perceraian orang tua. Bila perlu, orang tuameminta maaf atas perceraian yang terjadi, dan menggunakan jasa konseling untuk pemulihan psikologis anak.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif