Ilustrasi- Pexels
Ilustrasi- Pexels

Alasan Mengapa Cinta Pertama Sulit Dilupakan

Rona gaya
Raka Lestari • 04 November 2019 16:00
Jakarta: Tidak peduli seberapa lama atau seberapa banyak hubungan percintaan yang Anda miliki, cinta pertama merupakan sesuatu yang sulit dilupakan. Jatuh cinta untuk pertama kalinya merupakan bagian dari perubahan hidup. Perasaan yang Anda miliki pada cinta pertama tentu merupakan hal yang baru, dan belum pernah dialami sebelumnya.
 
Menurut seorang pakar dalam hubungan percintaan, ada alasan mengapa cinta pertama tidak bisa terlupakan. Sebagai contoh, David Bennett, penasehat dan pakar hubungan bersertifikat, memberi tahu bahwa zat kimia dalam otak dan koneksi memainkan peran yang besar dalam hal ini.
 
"Cinta pertama seringkali merupakan hubungan emosional yang sangat kuat. Dalam banyak kasus, itu terjadi sebelum bagian logis dari otak yang berkembang sepenuhnya dan ketika hormon tubuh sedang masih belum teratur," kata Bennett.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini menyebabkan ikatan emosional yang sangat kuat melalui pelepasan zat kimia oksitosin. Seperti halnya, ikatan kimia yang sama yang terdapat pada ikatan antara ibu dan anak.
 
Oksitosin dikenal sebagai 'hormon cinta'. Oksitosin membantu ikatan pasangan menjadi lebih dekat, sehingga membuat pasangan setia satu sama lain, dapat menahan Anda, atau pasangan dari godaan. Selain itu juga membantu Anda dan pasangan bersikap lebih terbuka serta percaya satu sama lain.
 
“Cinta pertama biasanya sangat sederhana, tetapi sangat kuat,” ujar Bennett.
 
Bahkan hal-hal simpel seperti berpelukan dan berciuman, secara kimiawai dapat mengikat Anda dan pasangan Anda. Dan ketika hal itu merupakan yang pertama kali Anda rasakan dengan seseorang, maka akan sulit melupakannya.
 
Ketika Anda jatuh cinta, gelombang bahan kimia, seperti dopamin, oksitosin, dan serotonin, membanjiri otak. Bahan kimia yang membuat Anda 'merasa senang' ini dapat menyebabkan Anda merakan euforia dan perasaan menyenangkan yang intens.
 
Terutama ketika dikombinasikan dengan sentuhan fisik. Banyak orang memiliki cinta pertama ketika usianya masih belasan tahun.
 
Menurut Amy Ricke, psikiater di Your Doctors Online, pada usia tersebut merupakan tahun-tahun di mana otak menjadi sangat sensitif terhadap pengalaman yang memuaskan dan intens seperti jatuh cinta dan berhubungan seks.
 
"Dengan demikian pengalaman cinta pertama menjadi hampir tak terhapuskan dan tertanam dalam otak dengan cara yang sangat jelas dan mudah diingat," katanya.
 
“Atau bahkan terkadang tidak bisa dilupakan karena pengalaman tersebut membuat seseorang menjadi tumbuh dan merasakan pengalaman yang dirasakan sebagai manusia,” tutupnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif