Anak yang membantah terhadap orang tuanya disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya, justru karena sikap otoriter dari sang orang tua. (Ilustrasi/Pexels)
Anak yang membantah terhadap orang tuanya disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya, justru karena sikap otoriter dari sang orang tua. (Ilustrasi/Pexels)

Penyebab Anak Berani Membantah Orang Tua

Rona anak-anak ibu dan anak komunikasi orang tua dan anak
Sunnaholomi Halakrispen • 16 Mei 2020 10:05
Jakarta: Anak harus mematuhi bimbingan orang tua. Itulah hal wajar yang diharapkan banyak orang tua. Namun nyatanya, masih ada anak yang membantah orang tuanya, bahkan bersikap tidak sewajarnya dengan tindakan kasar.
 
Menurut Kriminolog Haniva Hasna, M. Krim, anak yang membantah terhadap orang tuanya disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya, justru karena sikap otoriter dari sang orang tua.
 
"Orang tua yang menekankan segala aturannya harus ditaati oleh anak. Menjadikan anak harus nurut dan tidak boleh membantah terhadap apa yang telah diperintahkan kepadanya," ujar Haniva kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada faktor ini, anak dijadikan seperti robot yang hanya bisa dikendalikan oleh orang tuanya. Cilakanya, hal tersebut justru akan berdampak buruk pada hubungan keduanya. Anak akan merasa tertekan karena harus mengikuti segala aturan dari orang tuanya.
 
"Anak merasa tidak nyaman, terkekang, dan tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua. Pada akhirnya, dia akan menunjukkan sikap melawan dan berani membantah," paparnya.
 
Kemudian, bisa karena faktor lingkungan. Penyebabnya, ketika anak bergaul atau dengan siapa ia berteman, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan siapa. Hal tersebut tentu dapat memengaruhi pembentukan karakter anak.
 
"Jika awalnya anak adalah seorang yang penurut dan berbakti, namun pada akhirnya ia berubah jadi berani kepada orangtua, cobalah lihat bagaimana lingkungan kesehariannya," tuturnya.
 
Faktor selanjutnya, ketika anak kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari sang orang tua. Tidak dapat dipungkiri, ketika anak tidak mendapatkan haknya sesuai harapan, ia akan cenderung menjadi orang yang tempramen, egois, dan kasar. 
 
Oleh karena itu, sudah selayaknya para orang tua memberikan contoh yang tepat sejak anak-anak mereka masih kecil. Sehingga, anak-anak itu bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan orang tua mereka.
 
Haniva memaparkan bahwa jika orang tua ingin sang buah hati menjadi anak yang penurut dan berbakti, maka tanamkanlah pendidikan agama kepada mereka. Mulailah dari diri sendiri, karena kebanyakan orang tua gagal mendidik anak hanya karena perilaku dirinya sendiri.
 
"Orang tua hendaknya dapat menyalurkan kasih sayang dan perhatiannya kepada anak, berikan apa yang ia butuhkan. jangan sampai anak tidak mendapatkan sesuatu yang seharusnya ia dapatkan dari orang tua," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif