Foto: Medcom.id/Kumara Anggita
Foto: Medcom.id/Kumara Anggita

Pentingnya “Girls Get Equal” Diterapkan dari Sekarang

Rona hari perempuan internasional psikologi
Kumara Anggita • 10 Desember 2019 15:05
Jakarta: Saat ini anak perempuan dan juga perempuan muda harus diajarkan untuk berani berkuasa pada hidupnya sendiri. Untuk itu, Plan International meluncurkan kampanye Girls Get Equal pada tahun 2018.
 
Hal semacam ini menjadi penting untuk  dilakukan demi memajukan para perempuan. Anda bisa ikut memulainya dengan mulai berinvestasi kepada anak perempuan dari sekarang.
 
Investasi perempuan mampu memperluas akses perempuan pada pendidikan dan berbagai lapangan pekerjaan. Karena itu, bila Anda berinvestasi pada perempuan maka mereka bisa melipatgandakan investasi di tangannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data UNAC tahun 2012 menyatakan bahwa perempuan mengalokasikan 90 persen untuk keluarganya, sementara pria hanya mengalokasikan 30-40 persen. Selain itu, peningkatan angka partisipasi anak perempuan di sekolah juga dapat mendukung GDP suatu negara (USAID 2018).
 
Sementara, kegagalan memfasilitasi partisipasi perempuan dalam pembangunan bisa berakibat hilangnya potensi PDB tahunan sebesar kurang lebih $4.5 triliun per 2025. Sayangnya, konstruksi sosial membuat para perempuan sebagai warga kelas kedua.
 
Misalnya, di Indonesia, anak atau remaja perempuan yang hamil di luar nikah tidak didukung untuk melanjutkan pendidikan. Kemudian adanya persepsi bahwa anak perempuan tidak perlu bersekolah tinggi, 25 persen anak perempuan menikah dini sebelum usia 18 tahun dan lain-lain.
 
“Yang harus dihindari adalah perkawinan anak. Pentingnya orang tua terutama laki-laki untuk memahami mengenai menikahkan anak usia remaja. Sebaiknya 21 tahun ke atas,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Ghafur Dharmaputra di Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Pemaparan ini, lanjutnya, harusnya dibuat untuk laki-laki karena laki-laki lah yang akan menikahkan anak perempuannya. "Karena itu, perkawinan anak kalau disetujui oleh orang tuanya, dia kena undang-undang perlindungan anak,” katanya.
 
Kendala-kendala tersebut alhasil menjadi perhatian Plan Indonesia untuk mengajak semua mitra bersama-sama menyuarakan aspirasi anak perempuan dan perempuan muda dalam Summit on Girl 2019. Acara bertajuk Getting Equal : Let’s Invest in Girls dibuat hari ini dengan mengundang figur pemimpin, tokoh berpengaruh, aktivis gender, komunitas, cendikiawan, dan kaum muda dari berbagai latar belakang.
 
“Event ini menjadi satu contoh kami pemerintah tak bisa sendiri. Butuh dukungan lain. Kita harus bekerja sama. Tidak hanya pemerintah tapi semua pihak dan lebih penting lagi pemerintah daerah,” ungkap Ghafur.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif