Pelatihan Reporter Cilik ke-15 oleh Media Indonesia kembali diadakan. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
Pelatihan Reporter Cilik ke-15 oleh Media Indonesia kembali diadakan. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

Pelatihan Reporter Cilik oleh Media Indonesia Kembali Diadakan

Rona reporter cilik
Sunnaholomi Halakrispen • 25 September 2019 18:02
Jakarta: Pelatihan Reporter Cilik oleh Media Indonesia kembali diadakan setelah berlangsung sebanyak 14 kali. Pada pelatihan ke-15 ini, keramaian terlihat dari antusiasme anak-anak yang turut serta.
 
Sebagai gambaran dan penyemangat, diberitahukan bahwa pernah ada sejumlah anak yang berhasil bertemu dan mewawancarai Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pada pelatihan sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Pengembangan Bisnis Media Indonesia F. Saiful Bachri.
 
"Angkatan 14 sudah wawancara menteri. Enggak deg-degan karena siap materi wawancara, mengetahui profil narasumbernya. Juga ada wawasan lain tentang narasumber selain daftar pertanyaan," ujar Saiful di Lantai 8 Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu, 25 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan, wawasan lain mengenai narasumber bisa didapatkan dari media termudah, yakni Google. Ada banyak informasi yang bisa dikumpulkan untuk mengetahui latar belakang narasumber yang akan diwawancarai oleh jurnalis.
 
Pelatihan Reporter Cilik oleh Media Indonesia Kembali Diadakan
(Pada pelatihan ke-15 Reporter Cilik ini, keramaian terlihat dari antusiasme anak-anak yang turut serta. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
Tentunya, beragam pengetahuan harus terus diasah agar wawasan menjadi lebih luas. Saiful menekankan, jurnalis cilik pun diwajibkan rajin embaca dan mendengarkan informasi dari berbagai sumber.
 
"Menjadi wartawan itu profesi yang paling membanggakan. Karena profesi dan image kalian itu menjadikan kalian orang pintar di antara orang-orang ketika kalian sebagai reporter," tuturnya.
 
Profesti yang membanggakan ini, menuntut jurnalis menjadi pribadi yang berani menghadapi beragam situasi. Ia menjelaskan, bagaimana saat jurnalis harus berhadapan dengan pejabat tinggi.
 
"Kalian harus jadi yang paling berani. Coba, siapa yang berani menyampari pejabat tapi mereka menghindar? Ya reporter. Karena pejabat enggak siap dengan jawaban dari pertanyaan reporter. Apalagi kalau pejabat itu ada kasus," paparnya.
 
Selain itu, anak-anak diingatkan betapa pentingnya jurnalis dalam bersikap. Etika dalam meminta waktu bertemu dengan narasumber, bagaimana cara mewawancarai, dan lainnya.
 
Pelatihan Reporter Cilik oleh Media Indonesia Kembali Diadakan
(Deputi Direktur Pengembangan Bisnis Media Indonesia F. Saiful Bachri mengatakan jurnalis cilik pun diwajibkan rajin embaca dan mendengarkan informasi dari berbagai sumber. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
Siswa kelas tiga hingga enam SD (Sekolah Dasar) yang mengikuti pelatihan diharapkan bisa memiliki sikap dan semangat juang seorang jurnalis atau wartawan. Bersikap mandiri, mampu bicara dengan orang lain dengan tepar, dan berani menyatakan kebenaran.
 
Setelah mengikuti pelatihan, anak-anak diharapkan juga terus mengasah kemampuan berpikirnya dengan informasi yang akurat. Begitu pula ketika tersebar informasi bohong atau hoaks, sebisanya membantu memerangi hoaks tersebut.
 
"Semangat belajar, semangat menjadi jurnalis, semangat menjaga Indonesia dari peperangan hoaks. Kalian itu harus jadi duta anti hoaks. Jadi kalau ada teman kasih kabar yang enggak jelas, bilang baca dulu Media Indonesia, Medcom.id, atau nonton Metro TV," pungkasnya.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif