NEWSTICKER
Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Terapi Unik Mengelola Stres

Rona stres
Medcom • 07 Januari 2020 18:00
Jakarta: Stres adalah hal wajar yang dialami manusia. Tekanan ini berasal dari luar pikiran dan tidak mengenal usia. Baik anak-anak maupun dewasa, pasti pernah mengalami stres.
 
Menurut pakar psikolog, Handoko (1997), stres adalah suatu kondisi ketegangan yang memengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seseorang. Penyebabnya pun beragam.
 
Brandon, Feist, dan Myers dalam penelitiannya menuliskan bahwa stres bisa berasal dari katastrofi atau kejadian besar yang terjadi secara tiba-tiba, berubahnya rutinitas yang biasa dijalani, dan kejadian sehari-hari. Termasuk padatnya jadwal kegiatan, lalu lintas yang macet, dan sebagainya.

Sebagai dampaknya, stres bisa memengaruhi aktivitas dan kinerja seseorang. Pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam dua jam, bisa jadi lebih lama karena hilangnya fokus. Rutinitas yang seharusnya bisa berjalan lancar, bisa jadi terkendala karena panik.

Hal-hal ini bisa dihindari jika Anda tahu cara mengelola stres sesuai kemampuan. Ketika Anda mampu mengelola stres, aktivitas dan kinerja sehari-hari akan berjalan dengan optimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenisnya pun beragam karena dari segi psikologis, pria dan wanita memiliki teknis yang berbeda dalam menangani tekanan. Secara umum, ada beberapa hal yang dapat membantu Anda untuk mengelola stres dengan signifikan, salah satunya adalah mengelola stres dari luar diri.
 
Terkadang kita tidak sadar bahwa lingkungan sekitar tidaklah rapi. Entah itu kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, meja kerja, atau lingkungan lainnya. Kita bisa menemukan tumpukan berkas yang sudah tidak terpakai, baju-baju yang menumpuk, bumbu dapur yang kedaluwarsa, dan banyak lagi–barang-barang yang tidak terletak pada tempatnya.
 
Terapi Unik Mengelola Stres
Pemandangan ruang yang berantakan memudahkan untuk stres datang ke dalam diri kita. (Foto: Pexels)
 
Namun, karena Anda terbiasa dengan kondisi seperti ini, Anda merasa nyaman dan mengabaikannya. Jadi, Anda sering mengabaikan benda yang tidak penting. Tahukah anda, lingkungan seperti ini dapat memengaruhi stres.
 
Ya, barang-barang yang berantakan secara tidak langsung memengaruhi stres dalam pikiran Anda. Ketika Anda berada di lingkungan yang berantakan, pemetaan di pikiran Anda pun ikut tidak karuan. Mari kita pelajari metode merapikan barang dengan ahlinya.
 
Seperti apa yang telah dilakukan Marie Kondo. Dikenal dengan nama Konmari, perempuan asal Jepang ini sudah memiliki seri televisi di Netflix dan lebih dari sepuluh judul buku yang membahas kebersihan dan keteraturan barang.
 
Sebagai organizing consultant, Konmari mencetuskan metode dengan tagline: “keep items that spark joy”, atau simpan barang-barang yang memberikan kita kesenangan. Anda pasti tidak menyadari berapa banyak benda yang ditimbun, tidak terpakai, tidak berfungsi, bahkan yang tidak Anda sadari keberadaannya.
 
Menurut Konmari, cara yang paling sederhana untuk merapikannya adalah memisahkan barang-barang Anda dengan perlahan, pada waktu luang, dan bisa berjalan selama berbulan- bulan.
 
Pertama, sediakan tiga buah kardus atau tempat apa saja untuk menaruh barang. Ketiga kardus ini akan diberi tanda: “donasi”, “jual”, dan “buang”. Selama proses ini, Anda harus tetap mempertimbangkan, mana barang masih layak pakai, bisa dijual, atau harus dibuang.
 
Terapi Unik Mengelola Stres
Merapikan kamar yang berantakan akan membantu pikiran bawah sadar Anda untuk ikut teroganisasi. (Foto: Pexels)
 
Seiring dengan berjalannya waktu, setiap kardus akan mencerminkan progres Anda. Pada saat ini pun Anda akan sadar bahwa ternyata banyak sekali barang tidak penting yang memengaruhi tekanan di dalam pikiran kita.
 
Merapikan lingkungan yang berantakan akan membantu pikiran bawah sadar Anda untuk ikut teroganisasi. Dengan ruang pikiran yang nyaman dan tidak penuh, Anda akan jauh lebih mudah menghadapi stres. Bahkan, Anda akan mampu mengelola stres dan memberi dampak baik bagi kesehatan diri sendiri.
 
Beberapa orang telah menerapkan metode Konmari sebagai bentuk terapi demi mewujudkan pikiran yang tenang dan stres yang terkendali. Tidak perlu terburu-buru atau mengeluarkan banyak uang.
 
Mulailah dengan langkah yang paling sederhana, yakni benahi lingkungan terdekat seperti kamar, rumah, dan tempat kerja. Mari menganggap barang-barang layaknya pikiran yang harus ditata, dibersihkan, bahkan dibuang. Pada akhirnya, hanya ada satu hal yang bisa merealisasikan komitmen ini, yaitu niat.
 
Talitha Nuralodia Mailangkay.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif