NEWSTICKER
Carla Felany, Ketagihan Charity Run. (Foto: Dok. Carla Felany)
Carla Felany, Ketagihan Charity Run. (Foto: Dok. Carla Felany)

Carla Felany, Ketagihan Charity Run

Rona kisah
Sunnaholomi Halakrispen • 26 Februari 2020 09:09
Jakarta: Carla Felany merupakan salah satu pelari ultra marahon putri. Meski bertubuh ramping, ia mampu membuktikan diri mengikuti ajang lari yang lebih dari 42K (kilometer) itu. Bahkan ia mengaku ketagihan mengikuti kegiatan charity run.
 
Charity Run sendiri memiliki makna ajang lari yang menghasilkan uang untuk selanjutnya diberikan kepada orang yang membutuhkan. Tak banyak memang orang yang rela melakoninya. Hebatnya lagi, Carla memiliki misi mulia pada 2020 ini.
 
"Semua race saya di 2020 itu saya dedikasikan untuk Social Children Village. Ada sebulan satu ultra marathon, totalnya kira-kira 12 lebih. Tapi yang jaraknya pendek-pendek saya belum daftar ya," ungkap Carla kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perempuan berusia 40 tahun ini membulatkan tekad untuk mendedikasikan seluruh race yang diikuti sepanjang 2020 untuk charity run. Meskipun, awalnya Carla tak pernah membayangkan keputusannya tersebut.

Nekat terjun di Ultra Marathon

Carla kecil telah gemar berolahraga, bahkan menyukai tenis dan voli. Namun, tak spesifik gemar lari. Umur semakin bertambah, Carla gemar berolahraga di gym atau fitness center.
 
Rutin menjalani olahraga di tempat gym, ia berhasil mencapai tujuannya, yakni untuk menurunkan berat badan. Sebab, usai melahirkan anak kedua, berat badan Carla mencapai 70 kilogram. Kemudian, ketika temannya mengajak lari, Carla mengiyakan.
 
Carla Felany, Ketagihan Charity Run
Carla Felany saat run to care di Aceh. (Foto: Carla Felany)
 
Lari pertama dijalani Carla pada November 2015. Terbayang lari untuk jarak 5 atau 10K (kilometer), namun batal karena tiketnya telah ludes terjual. Sisanya, half marathon atau lari untuk jarak 21K
 
"Gila mana bisa tiba-tiba disuruh langsung 21K. Teman saya bilang bisa, karena masih ada waktu 3-4 bulan. Jadi saya tiap hari latihan treadmill, enggak pernah lari di luar," katanya.
 
Lulusan Teknik Kimia Universitas Parahyangan ini pun berhasil lari dengan waktu yang cukup memuaskan baginya. Berawal dari nekat, ia bertekad mengikuti ultra marathon.

Perdana raih podium

Mengikuti event lari di Desember 2015, Carla kian ketaguhan dan lanjut ke half marathon pada Maret 2016. Ketika itu ia mendapatkan podium 3 untuk pertama kalinya.
 
Pada Agustus 2016, Carla akhirnya bisa berlari untuk full marathon atau sejauh 42K. Rasa bahagia membuatnya semakin semangat.
 
"Race paling jauh di Sumbawa, Tambora Challenge itu 320K jarak paling panjang se-Asia tenggara. Tapi tahun lalu saya belum qualified untuk 320K jadi harus berdua. Puji Tuhan kami dapat podium nomor satu," kenangnya.
 
Carla Felany, Ketagihan Charity Run
Carla Felany saat menjadi yang tercepat di Lintas Sumbawa 320K. (Foto: Carla Felany)
 
"Teman bilang ada charity run di Desember 2016. Saya pikir, menarik juga lari untuk orang lain. Saya finish lari 70K. Dananya untuk bangun sekolah di Purwokerto. 200 pelari hampir dapat Rp2 miliar. Dari situ saya mulai tertarik charity run," tambahnya.
 
Sejauh 127K dilakoninya pada Desember 2017 untuk charity run dari Purwokerto ke Dieng. Pada 2018, ia mengikuti run to care sejauh 150K dari Jogja ke Semarang. Kemudian, menyelesaikan jarak sejauh 169K dari Wonosobo ke Gunung Kidul. Lanjut, run to care di Aceh sejauh 250K.

Bantu Anak-anak yang Kekurangan

"Saya punya dua anak, umur 13 tahun dan 11 tahun, kebetulan yang kedua itu berkebutuhan khusus, anak saya autis. Tapi saya bersyukur dia punya pendidikan yang bagus, kehidupan yang baik, punya kasih sayang orang tuanya," tuturnya.
 
Berkaca dari kondisi anak kedua, Carla yang memiliki kecukupan dalam hal materi maupun kasih sayang kedua orang tuanya, hatinya pun tergerak. Carla prihatin ketika melihat kondisi anak-anak lain yang kurang kasih sayang serta biaya dalam mencukupi kehidupan mereka.
 
Carla Felany, Ketagihan Charity Run
Carla Felany bersama keluarga tercinta. (Foto: Carla Felany)
 
"Saya mungkin enggak punya uang banyak untuk donasiin uang-uang saya buat mereka. Tapi saya bersyukur saya dikasih kaki yang kuat, lewat lari saya bisa merangkul mungkin orang-orang yang ingin donasiin uangnya bantu anak-anak lewat saya lari," ungkapnya.
 
Hobi berlari tak melunturkan kecintaannya terhadap anak-anak. Justru hobi itu dimanfaatkannya. Tidak hanya bisa membuat fisiknya sehat, diakuinya banyak hal yang bisa didapatkan dari aktivitas berlari. Terlebih, dalam menolong kesusahan orang lain.

Lingkaran kasih sayang di charity run

Banyak pengalaman yang diperolehnya dari charity run. Baik terhadap sesama pelari yang saling support saat berjuang bersama, maupun kerja keras para panitia penyelenggara kegiatan tersebut.
 
"Belum lagi saat finish disambut anak-anak sana tuh jauh lebih berharga dan mengharukan daripada sekedar naik podium. Karena liat mereka happy, jadinya kita (para pelari) enggak merasa beban," ucapnya sambil menaran haru.
 
Charity run menguras tenaga dan waktu yang dimiliki ibu rumah tangga ini. Namun ternyata, kedua anak dan suaminya tak merasa ditinggalkan karena Carla berupaya membagi waktunya.
 
Carla Felany, Ketagihan Charity Run
 
Event lari tidak berlangsung tiap minggu dan latihan yang dijalani Carla disesuaikan dengan jadwal quality time bersama keluarga. Tetap ada waktu untuk menemani mereka, katanya. Mereka pun cukup mengerti.
 
"Terkadang mereka bilang, 'kok Mami latihan terus', tapi sometimes kalau aku enggak latihan, mereka juga protes. Jadi mereka fine-fine saja selama ini. Waktu itu di Bali tahun lalu mereka menunggu saya di finish, saya ajak lihat SOS Children seperti apa. Jadi mereka mulai saya libatkan, setidaknya tahu Maminya ngapain," imbuhnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif