Mendongeng memiliki beragam manfaat untuk ibu dan si buah hati, termasuk mempererat hubungan keduanya--Ilustrasi--Pexels
Mendongeng memiliki beragam manfaat untuk ibu dan si buah hati, termasuk mempererat hubungan keduanya--Ilustrasi--Pexels

Tips Mendongeng untuk Anak

Rona gaya ibu dan anak
Sunnaholomi Halakrispen • 02 November 2019 16:09
Jakarta: Mendongeng memiliki beragam manfaat untuk ibu dan si buah hati, termasuk mempererat hubungan keduanya. Tapi mungkin tak mudah untuk memulainya, karena merasa kurangnya kreatifitas atau keahlian bercerita.
 
Tak seperti cerita biasa, mendongeng perlu gesture tubuh yang menarik perhatian si anak agar dia tertarik mendengarkan setiap dongeng Anda. Termasuk ekspresi, juga dibutuhkan. Tapi jangan khawatir, ada sejumlah tips yang bisa Anda terapkan.
 
"Susah (itu hanya karena) mindset ibu-ibunya saja. Buat anak, akan terdengar keren banget," ujar Ariyo Zidni Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia dalam Kelas Dongeng Nivea di D.Lab CoHive, Jl. Riau No.1, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan bahwa perasaan tidak kreatif dan suara yang tidak berubah dalam memberikan dongeng hanya ada pada pandangan si ibu. Sedangkan anak, akan menikmatinya. "Sebenarnya dibutuhkan keberadaan ibu, berapa pun waktunya. Apa pun ceritanya, itu pun luar biasa. Bounding-nya itu yang luar biasa," paparnya.
 
Ariyo menjelaskan, ibu harus ingat tujuan mendongeng untuk menciptakan pengalaman bersama atau qualite time untuk ibu dan anaknya. Cerita sesederhana mungkin juga berarti bagi si anak dan bisa menciptakan momen bersama.
 
"Setiap orang itu ekspresif kok dan anak tidak mempermasalahkan itu. Ekspresi akan terasa oleh anaknya. Meskipun tidak terlihat, tapi terasa," jelasnya.
 
Tipsnya, bebaskan dahulu imajinatif atau dongen yang terberuka tanpa adanya batasannya. Setelahnya, anak diberitahu tentang apa saja yang tidak boleh diterapkannya untuk kehidupam sehari-hari. Moral dari cerita dongeng itu.
Tips Mendongeng untuk Anak
Ariyo Zidni Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
 
Lebih baik lagi, pilihlah cerita yang anak sukai. Kalau suka, maka akan bagus diceritakan anak karena telah ada ketertarikan dari soal topik cerita.
 
Kemudian, lakukan saja cerita dongeng yang mengalir sesuai kemampuan Anda. Jangan membandingkan diri Anda dengan pendongeng yang ada di youtube dengan ekspresi wajah serta produk apa saja yang digunakan. Hal ini bisa membatasi imajinasi Anda dan si anak.
 
Mendongeng terasa menyengkan, karena bermain imajinasi atau belajar tanpa adanya unsur ceramah. Alias, unsur mendidik yang dikemas dengan cerita menarik.
 
Mendongeng juga bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Misalnya, ketika ingin mengajak anaknya mandi yang biasanya anak sulit diajak mandi. Maka, mendongenglah dan gunakan kata ganti mandi dengan bermain air.
 
"Misalnya cerita, oh waktu itu di pantai ada ombak tinggi, sambil diguyur. Terus saat mau dibasuh sabun bilang, kita bikin gelembung yuk. Dia enggak tahu itu sedang disabunin sama ibunya. Ceritakan mengalir sampai ketika selesai si anak enggak sadar kalau dia sedang mandi," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif