Sebuah studi menemukan, hubungan seks yang buruk juga dapat menghasilkan orgasme. (Foto: Pexels)
Sebuah studi menemukan, hubungan seks yang buruk juga dapat menghasilkan orgasme. (Foto: Pexels)

Studi: Orgasme Bisa Juga Terjadi pada Hubungan Intim yang Buruk

Rona hubungan pasangan
Anda Nurlaila • 30 Oktober 2019 17:00
Jakarta: Hubungan seks yang ideal dan dinikmati pasangan sering dikaitkan dengan terjadinya klimaks. Tetapi sebuah studi menemukan, hubungan seks yang buruk juga dapat menghasilkan orgasme.
 
Jenis hubungan seks buruk bisa bermacam-macam. Antara lain aktivitas intim yang dilakukan saat terlalu lelah atau stres, atau Anda tidak 100 persen tertarik secara fisik pada pasangan.
 
Studi yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior menemukan penjelasan mengenai "orgasme buruk" dan beberapa alasan orang mengalaminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Studi terhadap 726 peserta menulis orgasme buruk adalah tidak menikmati hubungan seks dan bahkan mencapai klimaks dalam hubungan intim yang tidak menyenangkan. Orgasme ini dapat berdampak negatif pada hubungan, seksualitas, dan kesehatan psikologis.  
 
Para penulis laporan melihat apa yang terjadi ketika seseorang mengalami orgasme saat berhubungan seks. Umumnya seks dilakukan suka sama suka, namun peneliti fokus pada alasan tidak menikmati klimaks selama hubungan seksual konsensual.
 
Seperti dilansir Health, salah satu alasannya menurut penulis studi adalah berhubungan seks karena penghindaran. Misalnya, Anda tidak ingin bertengkar jika menolak hubungan seks, sehingga setuju melakukannya. Tetapi orgasme yang dirasakan dalam sesi panas tersebut tidak membuat Anda menikmatinya karena merasa tidak benar-benar terlibat.
 
Alasan lainnya adalah kewajiban untuk merasakan orgasme tiap kali berhubungan seks. "Penelitian menunjukkan bahwa perasaan harus mencapai orgasme dapat menimbulkan stres dan pengaruh negatif lainnya," catat para peneliti.
 
Misal, baik perempuan maupun laki-laki sering menyatakan bahwa mereka merasa wajib untuk orgasme selama kegiatan seksual, untuk memastikan bahwa seks adil dan setara di antara pasangan. Dengan kata lain, merasakan tekanan untuk mencapai klimaks, mungkin tidak membuat Anda merasa itu hal positif.
 
Alasan lainnya adalah masalah kesehatan yang mengganggu kenikmatan seksual. Salah satu peserta mengatakan kepada para peneliti: “(Orgasme itu) kurang menyenangkan. Rasanya seperti fisiologi orgasme tanpa komponen emosional atau spiritual. Itu juga menyakitkan, seperti saya tidak punya adrenalin untuk menahan sensasi fisik. "
 
"Terkadang orgasme buruk diakibatkan tidak ada keterkaitan mental dengan pasangan. Orgasme adalah akhir alami (pertemuan seksual), sehingga semakin cepat saya mencapainya semakin cepat selesai,” kata seorang peserta kepada penulis penelitian.
 
“(Tapi orgasme) tidak begitu menyenangkan karena saya tidak terlibat secara mental dalam pertemuan itu," sambungnya.
 
Intinya, banyak faktor memengaruhi apakah mengalami atau tidak mengalami orgasme baik. Karena Anda atau pasangan mengalami orgasme tidak berarti Anda, atau mereka, benar-benar menikmatinya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif