Ilustrasi- Rawpixel
Ilustrasi- Rawpixel

10 Alasan Berhubungan Seks terasa Menyakitkan dan Cara Menanganinya

Rona gaya seks dan kesehatan
Anda Nurlaila • 31 Oktober 2019 19:21
Jakarta: Hubungan intim dengan pasangan yang seharusnya menjadi momen menyenangkan dapat berubah sebaliknya akibat rasa sakit yang datang tiba-tiba muncul. Hal ini dapat memengaruhi kepuasan Anda dan mungkin membuat pasangan khawatir.
 
"Rasa sakit saat berhubungan seks umum dirasakan pasien tapi sebagian besar bersifat sementara dan dapat diobati," kata dokter kandungan di New York, Alyssa Dweck.
 
Kongres Ahli Obstetri dan Ginekologi Amerika mengatakan bahwa, 75 persen wanita mengalami hubungan seks yang menyakitkan di beberapa titik dalam hidup mereka. Seperti dimuat dalam Health, ada beberapa penyebab rasa sakit, ruam gatal, dan rasa menusuk selama sesi panas bersama pasangan, berikut dengan solusinya.

-Miss V teriritasi

Kemungkinan penyebabnya: kemungkinan akibat produk perawatan pribadi yang dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada labia atau vulva bagian luar. Pembersih, sabun mandi, minyak pijat, atau bahkan kertas toilet mengandung pewarna, parfum, dan zat tambahan lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akibatnya, Anda tidak dapat menikmati aksi pasangan. Itu dapat memicu vaginitis, atau radang kulit di sekitar vagina," kata Dr. Dweck.
 
Perawatan: Percepat penyembuhan dengan tidak mengaplikasikan apapun di area tersebut selama 1-2 hari. Periksa produk perawatan yang Anda gunakan untuk area intim dan ganti produk kimia dengan bahan yang lebih alami.

-Keputihan disertai gatal dan beraroma menyengat

Kemungkinan penyebabnya: Infeksi. Keputihan yang gatal dan beraroma menyengat menjadi petunjuk terjadi infeksi dan menyebabkan rasa sakit. Keputihan berwarna putih, tebal, dan sangat gatal mungkin akibat infeksi ragi.
 
Penyebab lainnya mungkin vaginosis bakteri dengan cairan warna abu-abu, berair, dan bau amis. Penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia seringkali tidak memiliki gejala apapun, namun menyebabkan nyeri panggul dan keluarnya cairan kuning kehijauan.
 
Penanganan: Periksakan ke dokter. Meskipun krim antijamur dijual bebas, pemeriksaan medis dapat mengungkap jika ada sesuatu yang lebih serius. Resep antibiotik dapat meredakan gangguan.

-Miss V tertutup rapat

Kemungkinan penyebabnya: Vaginismus. Jika penetrasi menjadi sangat menyakitkan atau bahkan tidak dapat terjadi, itu mungkin menandakan kondisi vaginismus. Profesor ahli obstestri dan ginekolog, Raquel Dardik, mengatakan kontraksi otot vagina yang menyakitkan belum diketahui penyebabnya, meski mungkin akibat trauma seperti pelecehan seksual.
 
Penanganan: Tanyakan kepada dokter Anda secara khusus tentang vaginismus. Pasangan dapat menyangka Anda menolaknya karena stres atau kecemasan.
 
"Vaginismus nyata, dan bisa diobati. Ada beberapa latihan yang membantu mengendurkan otot-otot dasar panggul dan memberi hasil memuaskan," kata Dr. Dardik.

-Vagina kering

Kemungkinan penyebabnya: Mungkin stres, obat-obatan, atau hormon yang paling sering dialami wanita saat hubungan seks.
 
"Ini juga bisa akibat penurunan kadar estrogen setelah melahirkan, selama menyusui, atau ketika Anda mendekati perimenopause dan menopause," kata Dweck.
 
Penanganan: Pelumas berbasis air dapat membantu pelumasan alami hingga stres mereda atau produksi hormon kembali normal. Jika itu terkait perimenopause atau menopause, penurunan estrogen mungkin permanen dan resep krim estrogen dapat membantu sesi intim.
 
10 Alasan Berhubungan Seks terasa Menyakitkan dan Cara Menanganinya

-Di tengah penetrasi, sakit di perut samping

Kemungkinan penyebabnya: Kista ovarium. Rasa sakit menusuk yang sangat parah bisa menjadi tanda kista ovarium, yang tidak sengaja ditekan pasangan saat penetrasi.
 
"Tidak jarang kista berisi cairan ada di ovarium, dan sentuhan bahkan jika terhalang vagina dapat menyebabkan sakit," kata Dardik.
 
Penanganan: Konsultasikan ke dokter, terutama jika Anda pasca-menopause atau kista mengindikasikan sesuatu yang lebih serius.
 
"Bagi wanita yang lebih muda, kista ovarium bukan sesuatu yang dikhawatirkan. Sebagian besar jinak dan cenderung hilang dengan sendirinya," ujar Dardik.

-Saat penetrasi pasangan "menabrak" sesuatu

Kemungkinan penyebabnya: Fibroid. Kista ovarium bukan satu-satunya hal yang secara tidak sengaja ditabrak pasangan Anda. Rasa sakit tajam di vagina bisa jadi tanda fibroid rahim.
 
Studi 2014 dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa, wanita dengan fibroid tiga kali lebih mungkin mengalami nyeri dibanding yang tidak memilikinya. Tanda-tanda fibroid lainnya termasuk perdarahan pertengahan siklus, menstruasi yang lebih berat, dan rasa penuh di perut bagian bawah.
 
Penanganan: Terkadang fibroid menyusut atau menghilang dengan sendirinya, dan jika mereka tidak menyebabkan komplikasi, dokter cenderung membiarkannya. Tapi jika fibroid menganggu aktivitas seksual, bicarakan dengan dokter mengenai pengangkatan invasif minimal fibroid.

-Posisi seks apapun menyakitkan

Kemungkinan penyebab: Endometriosis. Dari rasa sakit tumpul hingga yang serius, di bagian vagina mana pun bisa jdi petunjuk adanya endometriosis. Kondisi ini terjadi ketika jaringan endometrium bermigrasi ke luar rahim dan melekat pada bagian tubuh terdekat, seperti ovarium dan tuba falopi.
 
"Jaringan ini seperti lem dan membuat organ lebih kaku. Fleksibilitas yang berkurang dapat membuat hubungan seks menyakitkan," ujar Dardik.
 
Penanganan: Jika dari pemeriksaan dokter Anda memiliki endometriosis, obat-obatan dapat menjaga pertumbuhan jaringan terkendali dan membatasi rasa sakit. Pilihan lainnya adalah operasi pengangkatan pertumbuhan jaringan.

-Penetrasi yang dalam

Kemungkinan penyebabnya: Rahim terbalik. Rasa sakit akibat penetrasi yang dalam, mungkin karena Anda memiliki rahim terbalik. Umumnya rahim lurus sejajar dengan bagian tubuh lain, namun sebagian wanita lahir dengan rahim terbalik ke arah panggul.
 
"Hal itu meningkatkan kemungkinan tersentak saat berhubungan seks," katanya.
 
Penanganan: Minta pasangan untuk tidak mendorong terlalu dalam. Posisi seks dengan wanita di atas dapat mengendalikan kedalaman penetrasi.

-Nyeri perineum

Kemungkinan penyebabnya: Melahirkan yang membuat perineum. Area antara vulva dan anus sakit. Sayatan pada area sensitif dan kaya saraf saat melahirkan dikenal dengan episiotomi. Kebanyakan wanita yang menjalani episiotomi sembuh dengan baik, tetapi sebagian terus mengalami rasa sakit, bahkan saat dokter kandungan menyatakan aman untuk kembali berhubungan seks.
 
Penanganan: Hubungi dokter, kemungkinan Anda akan disarankan menjalani operasi episiotomi.

-Nyeri seluruh area kelamin 

Kemungkinan penyebabnya: Terlalu sering berhubungan intim atau hubungan seks yang cepat dapat menyebabkan cedera di dalam maupun bagian luar vagina.  "Berhubungan seks kuat dalam waktu singkat dapat membuat Anda merasa memar dan sakit," kata Dr. Dweck.
 
Penanganan: Percepatan penyembuhan dengan mengenakan pakaian longgar. Setelah 1-2 hari, Anda siap berhubungan seks kembali.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif