Beberapa penyebab lain bayi sungsan seperti terlilit tali pusar, kelebihan atau kekurangan cairan ketuban bisa menyebabkan bayi terlahir sungsang.  (Foto: Dominika Roseclay/Pexels)
Beberapa penyebab lain bayi sungsan seperti terlilit tali pusar, kelebihan atau kekurangan cairan ketuban bisa menyebabkan bayi terlahir sungsang. (Foto: Dominika Roseclay/Pexels)

Penyebab Bayi Sungsang Menurut Para Ahli

Rona kehamilan
Raka Lestari • 19 Agustus 2019 15:58
Beberapa ahli menyebut bayi sungsang lantaran terjadi kehamilan ganda, kelainan pada janin, atau yang sering terjadi karena terlilit tali pusar. Jika tidak ada kontraindikasi, dokter kandungan bisa melakukan metode external cephalic version (ECV) yang biasanya dilakukan ketika usaia kandungan sudah mencapai 37 minggu.
 
 
Jakarta: Mendapat diagnosis bahwa bayi yang akan dilahirkan berada dalam posisi sungsang, tentunya cukup membuat calon ibu merasa khawatir. Jika tidak ada perubahan, biasanya dokter kandungan akan melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi dalam kandungan.
 
Menurut Association for Improvement of Maternity Services (AIMS), ada banyak alasan mengapa bayi bergerak ke posisi sungsang selama mereka dalam kandungan. Bayi juga kemungkinan akan tetap berada pada posisi sungsang, jika terjadi multiple pregnancy atau kehamilan ganda, jika ibunya memiliki rahim yang berbentuk tidak normal, atau jika ada tingkat cairan ketuban tertentu. Seperti terlalu banyak cairan ketuban atau terlalu sedikit cairan ketuban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Daniel Roshan, M.D., F.A.C.O.G, F.A.C.S, direktur ROSH Maternal-Fetal Medicine di New York menjelaskan beberapa penyebab bayi mengalami sungsang.
 
"Penyebab bayi mengalami sungsang karena kelainan pada janin, kelainan pada kandungan seperti bentuk rahim yang abnormal, rahim yang terdapat fibroid, panggul yang sempit, atau tidak cukup ruang bagi bayi," jelas Roshan kepada Romper.
 
Roshan juga menambahkan beberapa penyebab lain seperti terlilit tali pusar, kelebihan atau kekurangan cairan ketuban bisa menyebabkan bayi terlahir sungsang. Namun terkadang, bayi yang terlahir sungsang tidak dapat diketahui penyebabnya dan terjadi begitu saja.
 
"Jika tidak ada kontraindikasi, dokter kandungan bisa melakukan metode external cephalic version (ECV) yang biasanya dilakukan ketika usaia kandungan sudah mencapai 37 minggu," ujar Roshan.
 
Jika metode External Cephalic Version (ECV) tidak membantu, Roshan mengatakan bahwa Anda bisa melakukan metode akupuntur atau miksibusi, yang merupakan terapi tradisional yang berasal dari Tiongkok.
 
Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa mengepel lantai dengan menggunakan tangan dapat membuat bayi yang tadinya dalam posisi sungsang bergerak ke posisi normal. Atau, juga ada mitos yang menyebutkan bahwa bayi mengalami sungsang karena sang ibu sering mandi dengan air panas.
 
Untuk mengetahui penyebabnya dan apa yang harus dilakukan, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan Anda. Itu dilakukan agar tidak membahayakan bayi yang berada dalam kandungan.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif