Para ahli menyarankan, dalam menolak suatu undangan harus dilakukan dengan bijaksana agar tidak ada hal negatif yang muncul dari penolakan tersebut.
Menurut psikolog sosial Susan Newman, kita sering merasa sungkan dengan mengatakan "ya" untuk segalanya. Akibatnya, saat kita mengatakan "tidak" entah bagaimana orang menganggapnya aneh.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kata tidak, bagi banyak orang, merupakan sebuah kata negatif. Sehingga dengan mengatakan tidak, ada anggapan bahwa setiap penolakan secara otomatis akan memiliki reaksi balik negatif. Di mana penanya akan tersinggung atau memiliki perasaan kecewa," ujar Susan.
Tetapi terus-menerus mengatakan "iya" untuk hal-hal yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan juga merupakan hal yang salah. Mengatakan "ya" kepada orang lain dan mengabaikan kebutuhan Anda sendiri akan membuat Anda merasa terbebani dan tidak bahagia.
"Seiring dengan undangan yang menumpuk, Anda bisa menghadapi perasaan tidak berdaya, dendam terhadap orang yang bertanya atau marah pada diri sendiri karena Anda tidak dapat mengatakan 'tidak'. Stres berlebihan bisa berdampak pada insomnia, sakit kepala, kelelahan, dan rentan terkena flu," jelas Susan.
Jadi bagaimana Anda bisa menolak undangan dengan sopan tanpa menyakiti hati penanya?
Pakar etiket Diane Gottsman mengatakan bahwa orang cenderung menjelaskan lebih dalam kenapa mereka menolak undangan. Sebagai gantinya, pertahankan respons Anda secara sederhana dan mudah.
"Bersiaplah terlebih dahulu agar ada rencana saat ada undangan. Katakan saja, 'Terima kasih banyak, saya perlu memeriksa kalender saya dan akan mengabari Anda. Atau, Anda bisa mengatakan, 'Kedengarannya seperti pesta yang menyenangkan tapi sayangnya saya telah memiliki acara lain.' Di luar itu, tidak perlu membuat sebuah alasan bertele-tele,” ujarnya.
Namun bukan ide bagus untuk membuat alasan bohong mengapa Anda tidak dapat hadir.
"Jika Anda berbohong, Anda berisiko merasa bersalah, justru itulah yang ingin Anda hindari saat menolak undangan," kata Susan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
