Veronica Tan (kiri) saat menjadi pembicara dengan tema Membatik untuk Jakarta--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen,.
Veronica Tan (kiri) saat menjadi pembicara dengan tema Membatik untuk Jakarta--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen,.

Batik Jakarta Tak Sekadar Motif Ondel-ondel

Rona batik gaya
Sunnaholomi Halakrispen • 30 Oktober 2019 08:06
Jakarta: Veronica Tan turut menghadiri perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2020. Bukan sebagai model tentunya. Vero, sapaannya, menjadi pembicara dengan tema Membatik untuk Jakarta.
 
Vero masih aktif di Dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) yang merupakan wadah pengrajin dan pengusaha kerajinan tangan DKI Jakarta.
 
Pada tema Membatik untuk Jakarta, Vero menunjukkan bahwa Jakarta juga punya batik. Meskipun, selama ini masih mayoritas batik dari Jawa yang terpublikasikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jakarta juga bisa punya batik, bukan cuma motif yang ondel-ondel ya. Ada banyak icon Jakarta yang bisa dipublikasikan melalui batik," ujar Vero di area JFW 2020, Senayan City.
 
Pengrajin batik yang diikutsertakan pun unik, yakni ibu-ibu yang tinggal di Rusun Marunda. Tujuannya, mengajarkan dan melatih keterampilan membatik. Para ibu bisa memanfaatkan waktu dengan produktif. Selain itu, juga membimbing para ibu agar dapat menghasilkan uang meski hanya berada di sekitar rumah.
 
"Mereka bisa bangga, enggak perlu ketergantungan lagi sama suami buat minta uang jajan. Sudah bisa menghasilkan uang sendiri," tuturnya.
 
Vero mengakui, meningkatkan ketertarikan para ibu untuk membatik butuh proses. Kuncinya, niat yang tulus demi membantu kualitas hidup para ibu yang lebih baik.
 
Hal tersebut dibuktikannya dengan memerhatikan dan mendampingi setiap tahapan yang dilalui mereka. Mulai dari tahap dasar atau SD, kemudian naik tingkat ke SMP, kemudian SMA, lalu dinyatakan lulus atau bisa menjual hasil karya mereka.
 
"Kita maunya si ibu bisa tampil. Bikin tas, baju, apa-apa, lalu jualnya ke bazaar Marunda, siapa yang mau beli di situ. Step by step mereka sampai di sini, mereka harus ambil kesempatan terus," imbuh dia.
 
Kualitas hasil membatik pun sangat diperhatikan, agar para pembeli tidak kecewa. Komitmen Vero beserta timnya, yakni para ibu yang tinggal di Rusun Marunda serta para designer dari Jakarta. Salah satu designer yang turut membantu ialah Wendy Sibrani juga bantuan setia dari Irma G Sinurat.
 
"Ada quality control dengan designernya, tidak hanya membantu demi si ibu-ibu karena kasihan di mereka nantinya. Saya peduli, saya ingin ibu-ibu itu mandiri, suatu saat bisa jadi penjahit atau designer. Mereka bisa jadi fashion designer bukan karena saya tapi ketekunan mereka," pungkas dia.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif