Bicara kepada mereka secara lembut dan baik-baik tanpa harus membentak adalah cara dia belajar menghormati orang tuanya (Foto: Pexels)
Bicara kepada mereka secara lembut dan baik-baik tanpa harus membentak adalah cara dia belajar menghormati orang tuanya (Foto: Pexels)

Tanpa Perlu Mengomel, Ini Lima Langkah Mendisiplinkan Anak

Rona gaya tips keluarga
Anda Nurlaila • 21 Oktober 2019 12:46
Jakarta: Orang tua kerap memarahi, ketika anak-anak mereka melakukan hal yang berbahaya atau tida mengindahkan perkataannya. Padahal cara seperti itu tak sepenuhnya memberikan efek jera kepada buah hati. Bahkan bisa merugikan perkembangan anak.
 
Sebuah penelitian dalam Jurnal Child Development menemukan bahwa, anak yang sering dimarahi lebih cenderung bertindak agresif. Tidak mengherankan anak lebih mudah berteriak marah kepada saudara mereka, atau bahkan kepada orang tua.
 
Untuk menghentikan kebiasaan buruk ini, penulis Peaceful Parent, Happy Siblings Laura Markham mengatakan, setiap kali ingin berteriak, kendalikan pikiran. Sehingga marah bukan reaksi spontan Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip Parents, berikut ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mendisiplinkan anak tanpa omelan, kemarahan, atau pun teriakan:

1. Hentikan marah untuk hal-hal kecil

Memarahi anak untuk hal-hal kecil bisa membuat anak frustrasi. Contoh, Anda meninggikan suara saat memberitahu makan malam siap, atau meminta anak menurunkan volume televisi.
 
“Alih-alih berteriak, cobalah berjalan ke anak dan berbicara ke mereka dengan suara tenang dan jelas,” saran penasihat Orangtua Eileen Kennedy-Moore dan penulis Growing Friendships: A Kids 'Guide to Making and Keeping Friends.
 
Tidak mudah mengubah kebiasaan ini pada awalnya. Sebagian orang membutuhkan hingga berminggu-mingu dan berbulan-bulan. Namun, jika berhasil melakukannya, Anda akan menikmati efek bumerangnya, anak tidak akan menjawab panggilan Anda dengan teriakan lagi.

2. Tenangkan diri sendiri

Tenangkan diri sendiri ketika Anda ingin marah. Markham menyarankan meditasi setiap hari membantu tubuh dan pikiran introspeksi serta lebih santai. Lakukanlah selama beberapa minggu untuk mencapai ketenangan. Sehingga Anda lebih mudah mengatasi anak yang rewel.

3. Kata motivasi untuk diri sendiri

Membiarkan amarah menguasai bisa membuat Anda meledak marah. Bahkan untuk hal-hal kecil. Dr Markham menganjurkan untuk memunculkan kata-kata yang dapat menenangkan diri sendiri. Seperti "Kau bisa mengatasi ini" atau "Lakukan dengan cara yang baik".
 
Anda dapat memilih kata-kata pada diri sendiri demi menghindari ledakan emosi. Anda juga dapat mengajarkannya pada anak untuk meredakan ketegangan dan kekesalan mereka.

4. Lebih dekat kepada anak

Saat ingin mendisiplinkan anak yang tidak patuh gunakan cara yang lebih lembut. Dekati anak, sejajarkan tinggi Anda dengan dia, rangkul, dan beritahu anak bahwa Anda memahami perasaannya. Lalu katakan dengan jelas, tenang, dan tegas apa keinginan Anda.

5. Kurangi momen pemicunya

Saat hari kerja, baik orang dewasa maupun anak cenderung lebih panik dan mudah marah. Sebab banyak tugas yang perlu diselesaikan dalam waktu terbatas. Dalam situasi seperti ini, kehilangan kendali tidak akan membantu.
 
“Anda harus bisa tetap tenang agar Anda tetap menjaga suasana hati anak-anak,” kata penulis Discipline Without Damage Vanessa Lapointe.
 
Lapointe menyarankan saat membangunkan anak misalnya, daripada mengejutkan mereka, gunakan kata-kata menyenangkan dan netral. Seperti "Selamat pagi, Sayang".
 
Hal ini juga dapat dilakukan saat Anda meminta anak mengerjakan PR, tidur, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Saat anak mulai terlihat tidak nyaman, bercerita hal lucu yang dapat membuatnya lebih rileks dan mengurangi rasa panik penyebab keributan.
 
Humor memecah ketegangan, menjaga mereka agar anak tidak membalas dengan komentar pedas. Di sisi lain, saat Anda benar-benar berteriak itu karena hal yang penting dan berbahaya. Dan anak akan mendengarnya. Misal saat anak menyeberang jalan tanpa memerhatikan sekitar.
 
Jadi, saatnya mendisiplinkan anak tanpa harus membuat suara serak dan anak frustrasi.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif