Ilustrasi- Pexels
Ilustrasi- Pexels

8 Cara Ajarkan Anak jadi Mandiri, Percaya Diri, dan Tangguh

Rona gaya tumbuh kembang anak
Anda Nurlaila • 28 Oktober 2019 16:16
Delapan Cara Cerdas Ajarkan Anak jadi Mandiri, Percaya Diri dan Tangguh
 
Jakarta: Selama masa pertumbuhan, anak perlu mengalami banyak hal agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan. Saat kanak-kanak, mereka membutuhkan semangat pemberani menghadapi lingkungan sekitar.
 
Orang tua harus membiarkan anak mengambil risiko agar membuat mereka menjadi mandiri, tangguh, dan lebih percaya diri. Apakah itu berupa langkah pertamanya, atau mencicipi sayuran hijau pertama kalinya, atau membuat si kecil mengakui kekacauan yang dibuatnya. Parents memberi langkah bagaimana orang tua mengajari anak untuk lebih berani.

Biarkan anak berpetualang

Anak senang berperan ala pahlawan super yang senang melompat, berlarian, memanjat dan selalu yang pertama mencoba permainan menantang? Biarkan anak melakukan seperti itu, namun tetap awasi bila berkaitan dengan keselamatannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


8 Cara Ajarkan Anak jadi Mandiri, Percaya Diri, dan Tangguh
 
Seiring bertambahnya usia, anak akan lebih berani dalam berbagai kesempatan. Dia akan menjadi sukarelawan dengan senang hati. Kuda tertinggi di komidi putar akan selalu menarik perhatiannya. Semakin banyak teman si kecil akan semakin senang. Tapi, keberanian seorang anak juga dapat berubah tergantung pada situasi.
 
"Beberapa anak mungkin bersembunyi di balik tubuh orang tua ketika bertemu orang asing tetapi tidak takut ketika mencoba skuter baru. Itulah sebabnya sangat penting mendorong rasa petualangan dan kepercayaan diri anak," kata penulis Raising Children Who Soar Susan Davis.

Menjadi zona aman baginya

Beberapa anak mencoba hal-hal baru dengan penuh semangat. Sementara yang lain menahan diri karena malu atau tidak ingin mau sampai mereka 100 persen yakin dapat melakukannya dengan baik.
 
"Daripada kesal karena anak tidak mau ikut di kelas senam dengan melekat pada Anda, biarkan dia duduk di pangkuan Anda sampai dia merasa nyaman bahkan bila hingga beberapa pertemuan," kata Hadley.
 
Jangan mendorong anak, tapi beri anak ruang terbiasa dengan ide melakukan sesuatu yang baru. Ketika waktunya tepat, dia akan memiliki kepercayaan diri untuk mengubahnya.

Jaga hati nurani

Anak kecil mulai mempelajari perbedaan antara benar dan salah, serta memahami bagaimana orang terluka. Hadley mengatakan, perlu keberanian untuk membela yang Anda tahu bahwa itu benar ketika orang lain tidak melakukannya.
 
Anda dapat membantu dengan memuji anak jika ia membela seorang anak yang sedang dipermainkan anak lain. Seperti dengan ucapan 'Kamu baik sekali'. Atau saat dia mengembalikan mainan kepada pemiliknya seperti, 'Kau harus bangga bahwa kau melakukan hal yang benar'.

Tumbuhkan keberanian pada waktu tidur

Langkah ini sangat bermanfaat bagi anak usia 2 tahun ke atas. Setelah anak di tempat tidur dan hampir terlelap, katakan pada anak dengan suara rendah perlahan-lahan, 'Ibu percaya padamu'.
 
Pagi berikutnya, sapa dia dengan pesan optimis seperti, 'Selamat pagi, Sang pemenang'.  Ulangi afirmasi ini tiga atau empat kali seminggu. Motivator John Fannin mengatakan, pikiran yang paling mudah menerima saran positif adalah sebelum tidur. Teknik ini kerap digunakan pada atlet dan anak yang berprestasi.

Lakukan perlahan

Biarkan anak mencoba sendiri situasi baru daripada mengharapkannya langsung dapat beradaptasi. Jika ingin anak punya teman baru, buat kelompok teman lama dan teman baru. Jika anak tidak suka makanan baru, sajikan sesuatu yang berbeda di samping salah satu makanan favoritnya. "Keakraban menciptakan rasa aman emosional bagi anak-anak yang berhati-hati," kata Hadley.

Membawa barang kesayangannya

Sebagian anak merasa aman menghadapi lingkungan baru dengan selimut atau boneka kesayangannya. Biarkan anak membawa barang favoritnya selama dibutuhkan.
 
Penulis buku The Power of Your Child's Imagination: Transform Stress and Anxiety Become Joy and Success Reznick mengatakan, benda-benda kesayangan memberi anak-anak perasaan berkuasa atas ketakutan mereka.
 
8 Cara Ajarkan Anak jadi Mandiri, Percaya Diri, dan Tangguh
 
"Mengenakan kostum atau jubah dan bahkan berbicara dengan teman imajiner dapat memiliki efek yang sama. Awasi saja agar mereka tidak tertinggal," jelasnya.

Mainkan

kata Dr. Davis, petak umpet adalah permainan yang sempurna untuk membantu anak belajar menghadapi perpisahan dan hal-hal yang tidak diketahui. Permainan ini membawa mereka selangkah dari hal-hal yang membuat nyaman. Anak akan merasakan kehilangan sesuatu dan kemudian menemukannya kembali.

Dengarkan anak

Alih-alih membujuk anak mencoba olahraga baru atau bersepeda, minta dia untuk menjelaskan mengapa ia tidak mau.
 
"Dengarkan tanpa menilai atau mencoba mengubah pikirannya," kata penulis Raising Our Children, Raising Ourself Naomi Aldort.
 
Bantu anak mengenali perasaannya dan bantu anak mengembangkan kesadaran emosi. Sehingga bisa membuat keputusan yang percaya diri.
 
Anda dapat mengatakan, 'Saya mengerti kamu takut, menurutmu apa yang dapat terjadi?' Ini membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan penuh petualangan.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif