Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Berniat Maksiat usai Buka Puasa? Coba Pikir Lagi Deh

Sasyi Niskala Sumaatmadja • 23 April 2021 11:49

3. Kebaikan yang berkelanjutan sebagai tanda puasa diterima


Pada Ramadan, Allah melatih manusia untuk membiasakan diri berbuat kebajikan. Tetapi, bukan berarti hal itu terbatas di bulan suci ini, namun juga berlanjut di bulan-bulan setelahnya.
 
Para ulama menjelaskan bahwa tanda puasa Ramadan diterima adalah membiasakan puasa usai Ramadan. Hal itu juga berlaku untuk semua jenis kebaikan yang dilakukan saat menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh, seperti bersedekah, membaca Alquran, hingga salat sunah.
 
Apabila amal kebaikan itu berlanjut sampai bulan-bulan setelahnya, maka hal itu menjadi tanda bahwa amalan kita diterima pada bulan puasa. Sebaliknya, jika yang berlanjut adalah berbuat dosa, maka hal itu menandakan ditolaknya puasa dan kebaikan lain yang dilakukan pada Ramadan.

Syekh Ibnu Rajab al-Hanbali mengatakan: “Sesungguhnya membiasakan puasa setelah puasa Ramadan adalah tanda atas diterimanya puasa Ramadan, karena bila Allah menerima amal seorang hamba, ia akan diberikan pertolongan melakukan amal saleh setelahnya.”
 
“Seperti ucapan sebagian ulama; pahala suatu kebaikan adalah kebaikan serupa setelahnya. Maka barang siapa melakukan kebaikan, kemudian diikuti dengan kebaikan lain setelahnya, hal tersebut merupakan tanda atas diterimanya kebaikan yang pertama.”
 
“Sebagaimana orang yang beramal baik, kemudian dilanjutkan dengan amal buruk, hal tersebut adalah tanda atas ditolak dan tidak diterimanya kebaikan (yang dilakukan sebelumnya).” (Syekh Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Ma’arif, halaman 394)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan