Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Berniat Maksiat usai Buka Puasa? Coba Pikir Lagi Deh

Sasyi Niskala Sumaatmadja • 23 April 2021 11:49

2. Larangan Allah mengenai merasa aman dari siksa


Segala kesalahan dan perbuatan dosa yang dilakukan oleh seseorang, tentu ada konsekuensinya. Malaikat senantiasa mencatat amal keburukan manusia di mana pun dan kapan pun. Allah SWT juga Mahamelihat dan Mahamendengar sehingga kita semua tidak akan luput dari pengawasan-Nya.
 
Allah mengancam para pendosa dengan siksa-siksa. Tak ada yang tahu kapan siksa itu akan diberikan kepada seseorang. Terkadang siksa itu langsung ditimpakan secepatnya, tetapi bisa saja dibiarkan seperti tidak ada siksa.
 
Atas dasar tersebut, sebaiknya manusia merasa tidak nyaman atau aman saat berbuat dosa. Allah menyebut orang-orang yang merasa aman dari siksa-Nya sebagai orang-orang yang merugi. Berikut firman Allah yang menyatakan demikian:

“(97) Afa-amina ahlu alquraa an ya/tiyahum ba/sunaa bayaatan wahum naa-imuuna (98) Awa amina ahlu alquraa an ya/tiyahum ba/ sunaa dhuhan wahum yal’abuuna (99) Afa-aminuu makra allaahi falaa ya/manu makra allaahi illaa alqawmu alkhaasiruuna.”
 
Artinya: “(97) Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? (98) Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? (99) Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.” (QS al-A’raf: 97-99)
 
Syekh Ismail Haqqi bin Mushthafa al-Khalwati al-Hanafi menjelaskan ayat tersebut sebagai berikut: “Dikatakan, makna ayat ini adalah; tidak merasa aman dari siksa Allah dari orang-orang yang bermaksiat, tidak aman dari siksa Allah dari para pendosa (kecuali orang-orang yang merugi). Adapun para Nabi tidak merasa aman dari azab Allah atas kemaksiatan, oleh sebab itu dengan sendirinya mereka tidak melakukan kemaksiatan.” (Syekh Ismail Haqqi bin Mushthafa al-Khalwati al-Hanafi, Ruh al-Bayan, juz 3, halaman 207)
 
 
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan