Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Berniat Maksiat usai Buka Puasa? Coba Pikir Lagi Deh

Sasyi Niskala Sumaatmadja • 23 April 2021 11:49
Jakarta: Bulan yang paling dirindukan dan ditunggu-tunggu oleh umat Islam adalah Ramadan. Pada bulan suci ini, seluruh amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Inilah yang menjadi alasan mengapa umat Muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak amal kebaikan pada bulan puasa ini.
 
Meski begitu, bukan berarti seluruh orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadan tak luput dari kesalahan atau dosa. Sering kali yang terjadi malah seseorang akan lebih mudah tergoda dan mudah terbawa hawa nafsu ketika menjalani ibadah puasa.
 
Bahkan, ada yang berpikir bahwa tidak masalah untuk berbuat maksiat setelah berbuka puasa. Kebanyakan orang merasa lebih aman untuk berbuat dosa pada malam hari hingga subuh. Satu-satunya alasan seseorang menahan untuk berbuat dosa ketika berpuasa, yakni untuk mempertahankan keabsahan puasanya.

Lalu, mindset apa yang seharusnya kita miliki terkait hal tersebut? Dilansir dari NU Online, berikut hal-hal yang harus diingat untuk membenahi dan mengobati anggapan tersebut.
 

1. Hikmah puasa Ramadan

Syekh Sulaiman al-Jamal pernah mengutip Syekh al-Barmawi mengenai salah satu hikmah diwajibkannya puasa Ramadan. Salah satu hikmah yang dimaksud adalah agar dapat menghasilkan zuhud yang wajib dan sunah. Zuhud wajib adalah menjaga diri dari melakukan keharaman. Sementara, zuhud sunah artinya menjaga diri dari perkara makruh dan hal yang tidak bermanfaat.
 
Hikmah lainnya adalah mempersempit laju setan dengan lapar dan dahaga. Seperti diketahui, setan akan mengganggu manusia terus-menerus, seperti mengalirnya darah di tubuh. Dengan berpuasa, maka pengaruh-pengaruh negatif bisa dihalau, baik dari setan maupun kebiasaan buruk yang mengandung banyak kejelekan. (Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal ‘ala Fath al-Wahhab, juz 2, halaman 302)
 
Apabila umat Islam dapat memaknai hikmah dari puasa Ramadan ini, seharusnya hal itu bisa menjadi rem mereka untuk berbuat keburukan, baik sebelum berbuka puasa maupun setelahnya. Sebab, seseorang semestinya memperbanyak amal ibadah pada Ramadan, alih-alih berbuat maksiat.
 
 
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan