medcom.id, Palembang: Selama 11 hari Ramadan, Alquran Raksasa yang ada di Kompleks Pesantren Indo Global Mandiri (IGM), Suak Bujang, Gandus, Palembang, Sumatra Selatan, sepi pengunjung. Saban hari Alquran Al-Akbar hanya dilihat oleh kurang dari 20 pengunjung.
"Selama bulan puasa justru sepi mas," kata Imam Fikri, pengurus Alquran Akbar, kepada Metrotvnews.com, Jumat (11/7/2014) siang.
Menurut Imam, biasanya kompleks Alquran terbesar di Indonesia itu ramai disambangi pelajar, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas. Satu hari, tambah Iman, ada saja dua tiga kelompok pelajar yang melihat Alquran hasil modifikasi Syofwatillah Mohzaib.
"Selama liburan sekolah, belum ada kelompok pelajar yang datang mas," tutur Imam.
Karena relatif sepi, kesempatan itu digunakan pengurus untuk membersikan lembar demi lembar Alquran yang terbuat dari kayu tembesu berukuran 1,77 X 1,4 meter dengan ketebalan 2,5 sentimeter itu. "Mumpung masih sepi, kita bersihkan dulu, cat ulang, diplitur, dan sebagainya. Karena setiap hari bisa saja kena panas dan hujan," terang Imam.
medcom.id, Palembang: Selama 11 hari Ramadan, Alquran Raksasa yang ada di Kompleks Pesantren Indo Global Mandiri (IGM), Suak Bujang, Gandus, Palembang, Sumatra Selatan, sepi pengunjung. Saban hari Alquran Al-Akbar hanya dilihat oleh kurang dari 20 pengunjung.
"Selama bulan puasa justru sepi mas," kata Imam Fikri, pengurus Alquran Akbar, kepada Metrotvnews.com, Jumat (11/7/2014) siang.
Menurut Imam, biasanya kompleks Alquran terbesar di Indonesia itu ramai disambangi pelajar, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas. Satu hari, tambah Iman, ada saja dua tiga kelompok pelajar yang melihat Alquran hasil modifikasi Syofwatillah Mohzaib.
"Selama liburan sekolah, belum ada kelompok pelajar yang datang mas," tutur Imam.
Karena relatif sepi, kesempatan itu digunakan pengurus untuk membersikan lembar demi lembar Alquran yang terbuat dari kayu tembesu berukuran 1,77 X 1,4 meter dengan ketebalan 2,5 sentimeter itu. "Mumpung masih sepi, kita bersihkan dulu, cat ulang, diplitur, dan sebagainya. Karena setiap hari bisa saja kena panas dan hujan," terang Imam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)